Mengenal Sejarah Kapal Pelni Indonesia
- 31 Mar 2026 07:10 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (PELNI) adalah perusahaan pelayaran milik negara Indonesia yang berperan penting sebagai penghubung antar pulau di nusantara.
Kapal milik pemerintah ini rutin mengadakan program mudik gratis saat lebaran guna melayani arus mudik dan balik masyarakat yang merantau.Selian itu kapal Pelni juga sering mengadakan tiket promo diskon sehingga harga tiket lebih terjangkau.
Bagi anda yang belum pernah berlayar menggunakan kapal Pelni ,Mari kita ketahui terlebih dahulu sejarah kapal Pelni berdasarkan sumber laman Pelni.
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada 28 April 1952, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk merdeka dari ketergantungan pada perusahaan pelayaran asing pasca-kemerdekaan. Awalnya hanya memiliki beberapa kapal kecil, namun armadanya berkembang pesat dan memasuki masa keemasan pada tahun 1970-an hingga 1990-an.
Armada dan Layanan
- Jenis Kapal: Terdapat tiga jenis armada utama, yaitu kapal penumpang, kapal ferry cepat, dan kapal barang. Hingga Februari 2026, terdapat 26 kapal penumpang yang beroperasi, seperti KM Labobar (kapal terbesar dengan kapasitas 3000 penumpang), KM Sirimau (1000 penumpang), dan KM Egon (jenis Ro-Ro dengan kapasitas 500 penumpang yang dapat mengangkut kendaraan).
- Rute: Melayani hingga 94 pelabuhan di seluruh Indonesia, dengan rute yang menghubungkan kota-kota besar dan pulau terpencil, seperti Jakarta-Surabaya-Makassar-Ambon-Sorong-Jayapura serta Medan-Batam-Pontianak dan lain-lain.
- Kelas Layanan: Terdapat kelas I (kabin eksklusif), kelas II dan III (tempat tidur berbagi), serta kelas ekonomi yang menjadi pilihan utama banyak orang.
- Layanan Lain: Selain transportasi penumpang dan barang, PELNI juga menyediakan layanan pariwisata bahari, MICE on Board, serta memiliki anak usaha seperti hotel dan galangan kapal.
Peran Sosial dan Ekonomi
PELNI tidak hanya berperan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat. Kapal logistiknya yang beroperasi sejak 2015 telah berhasil menekan disparitas harga bahan pokok hingga 48% di wilayah timur Indonesia dan berkontribusi pada pemerataan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....