Pemerintah Genjot Energi Bersih demi Wujudkan Swasembada Energi Nasional

  • 30 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Wamena

KBRN, Wamena: Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada energi nasional dengan mendorong pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor. Di tengah dinamika global yang kian kompleks, strategi ini dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Upaya tersebut dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemanfaatan listrik di sektor rumah tangga, percepatan hilirisasi industri energi, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di berbagai daerah.

Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, menilai program kompor listrik bersubsidi perlu kembali digaungkan. Menurutnya, langkah ini tidak hanya relevan dengan kondisi saat ini, tetapi juga mampu menekan beban subsidi energi yang terus meningkat.

“Program kompor listrik sangat strategis karena berdampak langsung pada efisiensi anggaran negara, khususnya dalam pengelolaan subsidi energi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketegangan geopolitik global—terutama di kawasan Timur Tengah—berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia. Dalam situasi tersebut, diversifikasi energi menjadi langkah penting, terutama dengan mengalihkan penggunaan energi rumah tangga dari LPG ke listrik.

Data menunjukkan, ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor masih sangat tinggi. Bahkan pada 2025, lebih dari 70 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi ini dinilai membebani anggaran negara dari tahun ke tahun.

Ridwan menambahkan, dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta sosialisasi yang tepat sasaran, penggunaan kompor listrik dapat menjadi solusi energi rumah tangga yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

“Jika implementasinya diperkuat, program ini akan memberikan manfaat besar, baik bagi masyarakat maupun keuangan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini tetap aman dan terkendali. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan listrik berada dalam batas aman sesuai standar stok nasional.

“Ketersediaan energi kita masih stabil dan aman, meskipun ada tekanan global,” tegas Bahlil.

Lebih lanjut, pemerintah juga terus mempercepat program hilirisasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional. Dari 20 proyek tahap awal, sebagian telah memasuki fase pembangunan. Selain itu, terdapat tambahan 13 proyek baru dengan nilai investasi mencapai Rp239 triliun yang saat ini sedang difinalisasi.

Presiden juga telah menginstruksikan optimalisasi seluruh potensi energi dalam negeri, termasuk pengembangan etanol, biodiesel berbasis CPO, serta percepatan transisi menuju energi baru terbarukan.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menjaga stabilitas energi dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kemandirian energi yang berkelanjutan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....