Dahulukan Qada atau Puasa Syawal?
- 27 Mar 2026 15:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bulan Syawal sudah berjalan, dan bagi sebagian umat Muslim, ini adalah momen untuk kembali menata ibadah. Selain mengejar pahala puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, ada satu kewajiban yang tidak boleh dilupakan: Qadha puasa Ramadan.
Bagi kamu yang memiliki "utang" puasa karena berhalangan (seperti sakit, perjalanan jauh, atau haid), berikut adalah panduan lengkap mengenai kapan waktu yang tepat untuk memulainya dan bagaimana bacaan niatnya.
Kapan Mulai Bisa Qadha Puasa?
Secara hukum, kamu sudah diperbolehkan mengganti puasa segera setelah hari raya Idulfitri selesai. Namun, ada aturan waktu yang perlu diperhatikan:
- Waktu Terlarang: Kamu dilarang berpuasa (baik qadha maupun sunnah) tepat pada hari raya 1 Syawal.
- Waktu Mulai: Kamu bisa mulai mencicil utang puasa pada tanggal 2 Syawal hingga datangnya bulan Ramadan tahun berikutnya.
- Waktu Paling Utama (Afdhal): Sebaiknya dilakukan sesegera mungkin (segara minal khairat) agar beban kewajiban cepat tertunaikan.
Mana yang Didahulukan: Qadha atau Puasa Syawal?
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
مَنْ صَامَرَمَضَانَ، ثُمَّأَتْبَعَهُ سِتًّامِنْ شَوَّالٍ كَانَكَصِيَامِ اَلدَّهْرِ
Artinya: Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh (HR Muslim).
Namun, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, muncul pertanyaan: mana yang harus didahulukan?
Pendapat Ulama
Sejumlah ulama juga menegaskan bahwa qadha lebih utama didahulukan dibanding puasa Syawal.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan:
مَنْكَانَعَلَيْهِقَضَاءٌمِنْشَهْرِرَمَضَانَفَلْيَبْدَأْبِقَضَائِهِفِيشَوَّالٍفَإِنَّهُأَسْرَعُلِبَرَاءَةِذِمَّتِهِ،وَهُوَأَوْلَىمِنَالتَّطَوُّعِبِصِيَامِسِتَّةٍمِنْشَوَّالٍ
Artinya: Barangsiapa memiliki utang puasa dari bulan Ramadhan, maka segeralah untuk menggantinya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat bebas dari tanggungannya. Ini lebih utama dari puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Dengan demikian, mendahulukan qadha puasa adalah pilihan yang lebih aman dan utama, terutama agar kewajiban tidak tertunda.
Bacaan Niat Puasa Qadha
Berbeda dengan puasa Ramadan yang niatnya bisa dilakukan sekaligus untuk satu bulan (menurut sebagian mazhab), niat puasa qadha harus dilakukan secara spesifik pada malam hari sebelum terbit fajar.
Berikut adalah bacaan niatnya:
Lafaz Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَغَدٍعَنْقَضَاءِ فَرْضِرَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
"Aku berniat mengqadha puasa fardu Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....