“ Tradisi Lebaran Ketupat “

  • 27 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Selain Perayaan lebaran Idhul Fitri, masyarakat muslim Jawa memiliki tradisi unik di bulan Syawal yaitu “Lebaran Ketupat”. Lebaran Ketupat dilaksanakan seminggu setelah hari raya Idhul Fitri (1 Syawal) Tahun ini, Lebaran Ketupat jatuh pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret 2026.

Perayaan Lebaran Idul Fitri adalah momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu setelah sebulan penuh berpuasa selama bulan Ramadhan. Namun, lebaran tidak hanya tentang merayakan akhir dari ibadah puasa, tetapi juga tentang mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama.

Di Dusun Gandu, Desa jambangan, Paron, Ngawi, Jawa Timur, mempunyai tradisi unik Lebaran Ketupat dengan membawa “Ambeng” untuk di bawa ke masjid atau Musholla. Biasanya “Ambeng” yang dibawa ditempatkan pada wadah yang berisi ketupat, ditambah dengan lontong, lepet, tepo (makanan tradisional ngawi, mirip lontong berukuran besar) serta sayur lodeh.

Menurut Agus, warga Dusun Gandu, Desa Jambangan, mengatakan, tradisi membawa Ambeng ke Masjid dilaksanakan sekitar jam 06-00 WIB sampai 07.00 WIB. “Setelah di bacakan doa bersama, dipimpin oleh Imam Masjid Nurul Huda Gandu, warga saling bertukar Ambeng dengan jamaah yang lain. Kemudian Ambeng tersebut dimakan bersama sabagai simbul kebersamaan.

Dalam pelaksanaan lebaran Ketupat tidak ada ibadah khusus seperti sholat maupun takbiran, namun sekedar berkumpul dan berdoa bersama sebagai wujud rasa syukur atas karunia, rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.UU

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....