Morfologi Tanaman Bunga Matahari, si Kuning Penghasil Kuaci

  • 26 Mar 2026 17:34 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru : Salah satu bunga yang menjadi favorit banyak orang adalah bunga Matahari, atau memiliki nama ilmiah Helianthus annuus. Tanaman ini bukan hanya mempercantik pekarangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama dari bijinya yang dapat diolah menjadi berbagai produk.

Dikutip dari laman www.socfindoconservation.co.id bunga Matahari berasal dari kawasan Amerika, khususnya Amerika Utara, Meksiko, Chili, dan Peru. Tanaman ini bahkan menjadi simbol penting di beberapa wilayah dunia, seperti bunga nasional Ukraina dan bunga resmi negara bagian Kansas di Amerika Serikat. Seiring waktu, bunga matahari menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.

Masyarakat Aceh mengenal bunga Matahari sebagai bungong matahurae, di Bali disebut sungenge, sementara di Sunda dikenal dengan nama kembang saringenge. Keberagaman nama ini menunjukkan bahwa bunga matahari telah lama dikenal dan beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai daerah.

Disisi lain, tanaman ini dapat hidup di tempat terbuka maupun area yang sedikit terlindung dari sinar matahari. Bunga matahari mampu tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, bahkan hingga 1.500 meter. Suhu ideal pertumbuhannya berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius, dengan kondisi tanah yang memiliki pH 6,5 hingga 7,5.

Tanaman Bunga matahari memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang halus dengan diameter kecil. Batangnya tumbuh tegak dan biasanya ditumbuhi rambut kasar, serta jarang bercabang. Daunnya berbentuk tunggal dengan ukuran yang cukup lebar, berkisar antara 10 hingga 30 cm panjangnya dan 5 hingga 20 cm lebarnya.

Bagian paling mencolok dari tanaman ini adalah bunganya yang termasuk bunga majemuk. Terdapat bunga tepi atau bunga lidah yang membentuk satu kelopak besar berwarna kuning cerah, sehingga tampak seperti satu bunga utuh. Sementara itu, buahnya bertipe kurung (achene), yaitu buah kering dengan dinding yang agak keras namun tidak terlalu tebal.

Selain keindahannya, bunga matahari juga memiliki manfaat ekonomi. Biji bunga matahari banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak sayur, campuran salad, hingga industri kosmetik dan pelumas. Hal ini menjadikan bunga matahari tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga bernilai guna dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....