Puasa Sunnah Syawal, Ketahui Hukum dan Keutamaannya

  • 19 Mar 2026 21:36 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Puasa sunnah Syawal menjadi salah satu amalan yang dianjurkan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ibadah ini memiliki keutamaan besar karena dapat menyempurnakan pahala puasa selama satu bulan penuh.

Dilansir dari laman Kementerian Agama, puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri. Umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada 1 Syawal karena merupakan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.

Puasa Syawal dapat dilaksanakan secara berurutan maupun terpisah, selama masih dalam bulan Syawal. Meski demikian, sebagian ulama lebih menganjurkan pelaksanaannya dilakukan secara berturut-turut untuk memperoleh keutamaan yang lebih besar.

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar karena pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk mendahulukan qadha sebelum melaksanakan puasa Syawal. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal.

Selain itu, puasa Syawal juga menjadi bentuk kesinambungan ibadah setelah Ramadhan berakhir. Amalan ini dapat menutupi kekurangan selama menjalankan puasa Ramadhan serta menjadi tanda konsistensi dalam beribadah.

Dengan demikian, puasa Syawal tidak hanya bernilai pahala besar, tetapi juga menjadi sarana menjaga kualitas ibadah. Umat Islam dianjurkan memanfaatkan momentum ini untuk terus meningkatkan ketakwaan setelah Ramadhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....