Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Nyata
- 18 Mar 2026 13:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Berkumpul bersama teman atau keluarga seharusnya menjadi momen untuk saling terhubung. Namun, pemandangan yang sering terlihat justru berbeda. Banyak orang duduk berdekatan, tetapi sibuk dengan ponsel masing-masing.
Situasi ini terasa biasa karena terjadi hampir di setiap kesempatan. Obrolan menjadi singkat, bahkan terputus karena perhatian terbagi. Kehadiran fisik tidak selalu diikuti dengan keterlibatan yang nyata.
Fenomena ini dikenal sebagai phubbing, yaitu kebiasaan mengabaikan orang di sekitar karena fokus pada ponsel. Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa kehadiran ponsel dapat menurunkan kualitas percakapan. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya kedekatan emosional.
Ketika perhatian terus terbagi, hubungan menjadi terasa dangkal. Momen yang seharusnya bermakna berubah menjadi sekadar formalitas. Kedekatan yang terlihat belum tentu benar-benar dirasakan.
Padahal, teknologi tidak selalu menjadi masalah utama. Ponsel membantu komunikasi jarak jauh dan mempermudah banyak hal. Namun, tanpa disadari, penggunaannya sering tidak tepat pada situasi tertentu.
Mengubah kebiasaan ini bisa dimulai dari hal sederhana. Menyimpan ponsel saat berbicara atau memberi perhatian penuh pada lawan bicara dapat membuat perbedaan. Interaksi kecil seperti ini membantu membangun kembali koneksi yang sempat hilang.
Pada akhirnya, hadir bukan hanya soal berada di tempat yang sama. Kehadiran juga berarti memberi perhatian dan keterlibatan. Dari situ, hubungan yang lebih hangat dan bermakna dapat tercipta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....