Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Faktor Protektif

  • 15 Mar 2026 14:11 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Mahasiswa STIKARA Sintang menekankan pentingnya faktor protektif untuk menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik, perubahan emosi, dan harapan keluarga. Strategi seperti percaya diri, dukungan sosial, dan kegiatan positif diyakini dapat membantu mahasiswa tetap produktif, tenang, dan mampu menghadapi stres sehari-hari.

Menurut Dominika Ully, Menteri Luar Negeri BEM STIKARA, faktor protektif adalah upaya yang melindungi diri dari stres agar tidak berlarut-larut dalam tekanan.

“Faktor protektif adalah hal-hal yang melindungi diri dari stres, misalnya teman yang suportif, keluarga yang mau mendengarkan, dan melakukan aktivitas positif seperti olahraga atau hobi. Dengan cara ini, mahasiswa tetap produktif dan bisa menghadapi tekanan sehari-hari,” ujar Ully pada Jumat, 13 Maret 2026.

Adapun Yohana Putri Pebruari menekankan pentingnya percaya diri sebagai bagian dari faktor protektif. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang percaya diri lebih mampu menghadapi tekanan sosial, termasuk komentar negatif dari teman atau lingkungan sekitar, tanpa mudah merasa down.

“Percaya diri membuat mahasiswa mampu menghadapi tekanan sosial tanpa mudah terpengaruh komentar negatif. Mental yang sehat membantu mengenali diri, memahami batas kemampuan, dan mengambil keputusan tepat. Percaya diri juga membuat kita tidak mudah overthinking dan tetap produktif,” kata Yohana.

Ia juga menekankan bahwa percaya diri bukan berarti menutup diri dari masukan atau kritik, melainkan mampu menyeimbangkan antara menjaga harga diri dan belajar dari pengalaman.

“Percaya diri membuat kita tidak mudah overthinking, tetap produktif, dan bisa menemukan cara terbaik untuk mengatasi stres sehari-hari,” tambah Yohana.

Nabila Kartika turur menyoroti praktik menyalurkan emosi sebagai salah satu strategi protektif.

“Mahasiswa sering mengalami mood swing atau cemas. Melalui pemahaman tentang faktor protektif dan self love, kita dapat Mengenal kondisi diri dan mampu menjaga kesehatan mental agar tetap produktif, tenang, dan percaya diri,” ujar Nabila.

Khusus mahasiswa STIKARA, PIK-M (Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa) menyediakan ruang aman untuk berbagi masalah dan mendapatkan dukungan secara rahasia. Layanan ini memungkinkan mahasiswa curhat, mendapat arahan, dan melakukan konseling tanpa takut privasinya terganggu. (ediesca)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....