Tentang I'tikaf yang Dianjurkan dalam Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

  • 14 Mar 2026 23:50 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Perlunya ummah muslim mengenal apa itu i'tikaf. I'tikaf adalah ibadah dalam Islam di mana seorang muslim berdiam diri di masjid dengan niat khusus untuk beribadah kepada Allah SWT. Secara bahasa, i'tikaf berasal dari kata Arab "akafa" yang artinya menetap atau berdiam diri pada suatu tempat, sedangkan secara istilah berarti menyibukkan diri dengan amalan seperti shalat, dzikir, dan tadarus Al-Qur'an di masjid.

Untuk waktu pelaksanaan, I'tikaf paling dianjurkan dilakukan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, terutama untuk mengejar Lailatul Qadar. Rasulullah SAW menganjurkannya pada periode ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa i'tikaf di waktu tersebut seperti beri'tikaf bersamanya.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa i'tikaf biasanya dimulai sejak sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa seseorang dapat memulai i'tikaf setelah melaksanakan shalat Subuh pada hari ke-21. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, yang paling penting adalah melaksanakan i'tikaf dengan niat yang ikhlas serta mengikuti tata cara i'tikaf sesuai dengan tuntunan syariat.

Hukum i'tikaf pada dasarnya sunnah muakkad, tapi bisa wajib jika dinadzarkan, haram bagi istri tanpa izin suami, atau makruh dalam kondisi tertentu. Syarat utamanya yakni niat yang jelas, berdiam di masjid yang digunakan untuk salat jamaah, serta kondisi suci (bagi laki-laki lebih utama).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....