Hapus Momok Matematika bagi Gen. Alfa dan Z

  • 14 Mar 2026 22:33 WIB
  •  Sungailiat

Tanjungpandan – Peringatan Hari Matematika Internasional pada Sabtu (14/3/2026) menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali metode pembelajaran di sekolah. Hal ini mengemuka dalam program siaran Musik & Informasi RRI Belitung, di mana para pendengar menyoroti tantangan besar bagi para pendidik dalam menghadapi karakteristik generasi baru.

Dalam sesi interaktif via telepon, dua pendengar setia RRI Belitung, Tian dan Intan, memberikan pandangan mereka mengenai dinamika belajar matematika yang kini telah diakui secara global melalui penetapan UNESCO sejak 2019. Sejarah hari ini sendiri berakar dari perayaan Hari Pi (Pi Day) yang merujuk pada konstanta 3,14, sebagai simbol peran krusial ilmu logika dalam kemajuan peradaban.

Tian menyampaikan bahwa persepsi terhadap matematika sering kali terbentuk dari pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan. Menurutnya, citra matematika sebagai mata pelajaran yang sulit masih melekat kuat di ingatan banyak orang. “Pelajaran matematika kerap menjadi momok menakutkan bagi pelajar di masa lalu. Kondisi ini artinya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Guru Mapel MTK untuk lebih membuat proses belajar matematika menjadi lebih menyenangkan,” ujar Tian saat bergabung melalui sambungan telepon.

Senada dengan Tian, Intan menekankan bahwa pendekatan pengajaran saat ini tidak bisa lagi disamakan dengan pola lama. Ia menilai karakter siswa dari Generasi Alfa dan Generasi Z menuntut kreativitas lebih dari seorang guru. “Terlebih lagi saat ini masanya Generasi Alfa dan Generasi Z yang sangat kritis dan membutuhkan ruang berekspresi tinggi. Guru harus mampu mengemas rumus-rumus yang kaku menjadi sesuatu yang lebih interaktif agar siswa tidak lagi merasa tertekan,” tambah Intan.

Peringatan Hari Matematika Internasional tahun ini diharapkan tidak hanya sekadar seremoni mengenang konstanta Pi, namun menjadi titik balik bagi dunia pendidikan di Belitung untuk menghapus stigma negatif terhadap angka. Inovasi dalam ruang kelas menjadi kunci utama agar siswa masa kini dapat mencintai logika tanpa rasa takut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....