Transformasi Ilmu Pengetahuan Berbasis STEAM Pancasila
- 17 Feb 2026 11:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon : Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya, dan Pariwisata, Harry Waluyo, dalam catatannya menilai transformasi ilmu pengetahuan Indonesia ke depan harus berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, pengembangan sains dan teknologi tidak boleh lepas dari landasan moral dan budaya bangsa. Nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, serta keadilan sosial perlu menjadi arsitektur utama dalam kebijakan riset dan inovasi nasional. Dengan demikian, kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.
Ia menjelaskan, pendekatan STEAM penting karena menambahkan unsur seni, humaniora, dan kreativitas dalam sains dan teknologi. Hal ini dinilai mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis budaya, memperkuat industri kreatif, serta menjaga identitas nasional di tengah persaingan global.
Selain itu, Harry Waluyo menyoroti masih rendahnya investasi riset Indonesia yang berada di kisaran 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia mendorong peningkatan pendanaan riset secara bertahap hingga mencapai 2 persen PDB pada 2035, disertai penguatan jumlah peneliti, pusat unggulan riset, serta hilirisasi hasil penelitian ke industri.
“Transformasi ilmu pengetahuan bukan hanya agenda ekonomi, tetapi juga agenda moral dan kebudayaan bangsa. Indonesia perlu model inovasi yang maju secara teknologi, tetapi tetap berkarakter Pancasila,” ujarnya.
Ia berharap strategi nasional transformasi ilmu pengetahuan 2026–2035 dapat menjadi fondasi menuju Indonesia sebagai negara berbasis inovasi yang berdaulat, berkeadilan, dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....