Kosmetik Ilegal Harga Murah Tapi Mengandung Zat Berbahaya

  • 07 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Harga murah sering kali menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih produk kosmetik. Namun, tanpa disadari, keputusan tersebut bisa berdampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang, terutama jika kosmetik yang digunakan mengandung bahan berbahaya.

Apoteker Rindang Diah Oktarani, S.Farm saat siaram bersama Pro2 RRI Madiun menyebutkan, bahwa beberapa bahan yang kerap ditemukan dalam kosmetik ilegal adalah merkuri, hidrokinon, dan steroid. Ketiga bahan tersebut sejatinya termasuk dalam kategori obat keras.

“Merkuri dan hidrokinon itu bukan bahan kosmetik. Itu obat keras dan penggunaannya harus dengan pengawasan dan resep dokter. Kalau dipakai bebas, risikonya sangat besar,” jelas Rindang.

Ia menggambarkan merkuri sebagai bahan yang biasa digunakan dalam alat seperti tensimeter raksa dan lampu, bukan untuk tubuh manusia. Jika digunakan pada wajah, merkuri bisa merusak lapisan kulit dan masuk ke dalam tubuh secara perlahan.

Sementara itu, hidrokinon memang masih digunakan di dunia medis untuk kasus tertentu, namun dengan dosis terbatas dan pengawasan ketat. Penggunaan tanpa kontrol dapat memicu iritasi berat, penggelapan kulit, hingga kanker.

Rindang menambahkan bahwa efek kosmetik berbahaya sering kali tidak langsung dirasakan. Pada awal pemakaian, pengguna mungkin merasa puas karena kulit tampak lebih cerah. Namun setelah pemakaian lama, barulah muncul dampak serius.

“Yang paling berbahaya itu efek jangka panjangnya. Bisa ke ginjal dan kanker kulit. Jadi jangan tergiur hasil cepat,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya kosmetik racikan yang dijual melalui media sosial tanpa identitas jelas. Menurutnya, masyarakat sebaiknya menghindari produk yang tidak mencantumkan komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan nomor izin edar.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan rutin mengecek produk melalui situs resmi BPOM. Dengan langkah sederhana ini, risiko penggunaan kosmetik berbahaya dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....