Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Jalur Strategis Lokop-Gayo Lues
- 20 Jul 2026 14:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Timur - Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan infrastruktur di jalur strategis Peureulak-Lokop hingga Gayo Lues yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor pada penghujung 2025. Perbaikan jalan dan jembatan diprioritaskan agar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di kawasan pedalaman dapat kembali berjalan normal. Senin 20 Juli 2026.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan seluruh proses pemulihan dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ia meminta perkembangan pekerjaan disampaikan secara transparan sehingga masyarakat dapat mengetahui progres penanganan pascabencana.
Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah Aceh menugaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Mawardi, untuk meninjau langsung pekerjaan perbaikan ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues.
Tidak hanya meminta laporan tertulis, Sekda Aceh juga menginstruksikan agar seluruh perkembangan pekerjaan didokumentasikan dalam bentuk audio visual sehingga dapat dipantau langsung oleh gubernur.
"Gubernur Mualem ingin mengetahui kegiatan di lapangan melalui visual secara langsung, bukan hanya laporan narasi," ujar Nurlis.
Dalam laporan video yang dikirimkan kepada gubernur, Mawardi meninjau pembangunan jembatan Bailey di kawasan Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas utama dalam pemulihan akses yang sempat terputus akibat bencana.
"Jembatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Aceh dengan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama dari tiga jembatan yang akan diperbaiki dan insyaallah dalam pekan ini sudah dapat dioperasikan," kata Mawardi.
Lokop merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Aceh yang dikenal memiliki Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak. Kawasan tersebut sebelumnya sempat terisolasi setelah banjir bandang dan longsor merusak jalan utama serta memutus sejumlah jembatan pada akhir 2025.
Melalui program percepatan rehabilitasi infrastruktur, Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses menuju kawasan tersebut dapat kembali berfungsi sehingga aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata dapat kembali bangkit.
Mawardi menjelaskan terdapat tiga jembatan yang mengalami kerusakan di jalur Aceh Timur-Gayo Lues dan seluruhnya masuk dalam agenda pemulihan infrastruktur.
"Setelah jembatan Bailey di Lokop selesai, kami akan melanjutkan pekerjaan pada dua jembatan lainnya," ujarnya.
Selain pembangunan jembatan, Dinas PUPR Aceh juga terus memperbaiki sejumlah ruas jalan yang sebelumnya kembali rusak akibat banjir susulan setelah sempat dilakukan penanganan darurat.
| Baca juga: 496 Korban Banjir Aceh Utara Terima Santunan |
"Ruas jalan ini sebenarnya sudah pernah kami perbaiki pascabencana, namun kembali terputus akibat banjir susulan," kata Mawardi.
Dalam dokumentasi lainnya, terlihat alat berat masih bekerja membuka akses dan memperkuat badan jalan. Mawardi menyebut tim Dinas PUPR Aceh telah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 setelah sebelumnya melaksanakan survei teknis pada Maret 2026.
"Kami melaporkan kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda bahwa tim sudah berada di lokasi sejak awal Juli 2026 setelah survei dilakukan pada Maret lalu," ujarnya.
Saat ini, penanganan bencana di Aceh telah memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Fokus pemerintah diarahkan pada pembangunan kembali infrastruktur jalan dan jembatan, rehabilitasi lahan terdampak, penyediaan hunian bagi penyintas, serta percepatan pemulihan sektor ekonomi dan pertanian agar kehidupan masyarakat segera kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....