Kasdam dan Wabup Panen Padi di Siak Kecil Sekaligus Streaming bersama Presiden

  • 18 Jul 2026 00:07 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersama TNI, Polri, dan para petani menggelar panen padi bareng sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional di lahan persawahan Dusun Seri Bangun Sari, Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil, Jumat,17 Juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, Wakil Bupati H. Bagus Santoso, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Asep Setiawan, serta unsur Forkopimda, perangkat daerah, dan kelompok tani setempat.

Panen raya ini jadi bukti nyata kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Wakil Bupati dan Dandim 0303/ Bengkalis sedang melakukan panen menggunakan mesin (Foto : RRI/TSM)

Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan mengapresiasi semangat dan konsistensi masyarakat Desa Sepotong yang sampai sekarang masih mempertahankan budidaya padi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, kawasan persawahan di Desa Sepotong punya potensi besar untuk terus dikembangkan, sehingga butuh dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah.

"Kami melihat masyarakat Desa Sepotong masih konsisten menanam padi untuk mendukung ketahanan pangan. Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan berbagai stimulus agar tanaman padi terus berkembang menjadi komoditas unggulan. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan, karena kawasan ini masih sangat potensial untuk persawahan dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat," ujar Brigjen Rudi.

Ia menambahkan, keberhasilan sektor pertanian bukan cuma ditentukan oleh hasil panen, tapi juga oleh komitmen semua pihak dalam menjaga lahan pertanian produktif tetap ada.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso mengatakan kawasan persawahan Desa Sepotong saat ini punya luas sekitar 50 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,7 ton gabah per hektare.

Menurutnya, potensi ini harus terus dijaga karena kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Bengkalis masih cukup tinggi dan sebagian besar pasokannya masih datang dari luar daerah.

"Di Desa Sepotong ini empat hari lagi seluruh areal sawah seluas sekitar 50 hektare akan memasuki masa panen dengan estimasi hasil mencapai 6,7 ton gabah per hektare. Potensi ini harus kita jaga bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah," kata Bagus.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan fungsi lahan pertanian agar tidak dialihkan ke penggunaan lain yang bisa mengurangi produksi pangan.

"Jangan sekali-kali mengalihkan lahan yang berpotensi untuk tanaman padi menjadi tanaman lain. Mari kita jaga kawasan ini sebagai lumbung padi, khususnya di Kabupaten Bengkalis, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan lima unit power thresher atau mesin perontok padi kepada kelompok tani di Kecamatan Siak Kecil. Bantuan ini diharapkan bisa bikin proses panen lebih efisien, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan produktivitas petani.

Turut mendampingi Wakil Bupati Bengkalis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Bengkalis H. Sufandi.

Lewat panen bersama ini, diharapkan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat makin solid dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, mewujudkan swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....