Hasil Blok Masela 60 Persen Penuhi Kebutuhan Domestik

  • 17 Jul 2026 11:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Groundbreaking Blok Masela menjadi penanda babak baru Proyek Abadi Masela yang telah dicanangkan 28 tahun lalu, dalam jangka waktu Pemerintahan 6 Presiden, namun Presiden Prabowo menjadi Pencetus Peletakan Batu Pertama, Kamis (16/7/2026).

“Saya harus menyampaikan kepada Bapak Presiden karena proyek ini sudah lama berkatung-katung perdebatannya antara laut atau di darat dan ini perdebatan yang sudah sangat panjang .Tapi atas bimbingan arahan dan perintah Bapak Presiden kepada kami sebagai pembantu Presiden untuk segera mengeksekusi melakukan asistensi dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi-konsesi perizinan minyak atau gas yang telah diberikan,” ulas Bahlil.

Bahlil juga menyebut, beberapa Proyek Migas yang telah selesai perencanaan awal (POD ) namun lambat dilaksanakan, akan tetapi sesuai arahan Presiden untuk segera dipercepat, melalui Surat Peringatan I kepada Pihak Inpex, dan disyukuri masuk pada Puncak Groundbreaking.

“Kita ketahui bersama, bahwa proyek ini sejak tahun 1998. Dan ini sangat berdampak besar terhadap perekonomian kita.Atas arahan dan dukungan Presiden serta sinergi seluruh tonggak kepentingan proyek Abadi Masela berhasil mencapai tonggak kepenting pada hari ini,” kata Bahlil.

Selaku Menteri ESDM, Bahlil memberikan Apresiasi kepada kepada Gubernur, Hendrik Lewerissa, Bupati Kepulauan Tanimbar , Ricky Jauwerissa , Manajemen SKK Migas, Inpex dan seluruh Kementerian lembaga, khususnya Menteri Pertanahan, Menteri Lingkungan Hidu dan Kehutanan, juga seluruh Tokoh Masyarakat di Kepulauan Tanimbar.

Bahlil menginginkan, operasional Blok Masela tanpa melupakan hak-hak seluruh Masyarakat di Kepulauan Tanimbar, sebab lahan yang digunakan adalah tanah kawasan hutan, namun dimanfaatkan untuk berkebun secara turun-temurun.

“Saya membuat kebijakan dan minta arahan Bapak Presiden agar mereka diberikan ganti ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Karena kami berpandangan bahwa investasi masuk penting. Tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah, negara rakyat bangsa Indonesia,” harap Bahlil.

Menurutnya, penandaan groundbreaking sejak dilaunching akan langsung menjadi awalan pengembangan diantaranya, 11 sumur pengembangan ditambah 4 sumur lanjutan, Pem bangunan Pelabuhan, Dermaga, desain, pengadaan barang dan Pembangunan fisik lainnya.

“Investasi ini kurang lebih sekitar 21 miliar dolar Amerika setara dengan hampir 390 triliun rupiah, Pak Gubernur, ini investasinya. Dan ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 120 mm. Dan 35.000 barel kondensat per hari. Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita,” tutur Bahlil.

Bahlil memperhitungkan Produksi Gas alam ini minimal 60% minimal untuk memenuhi akan dapat memenuhi kebutuhan energi di dalam Negeri dan dan 40% maksimal untuk dapat dioptmalkan untuk kegiatan ekspor ke Luar Negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....