Kesadaran Wisatawan akan Sampah di Gunungkidul Masih Perlu Ditingkatkan
- 16 Jul 2026 17:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Peningkatan jumlah pengunjung pasca-libur sekolah sering kali menyebabkan penumpukan sampah di berbagai lokasi pariwisata. Sampah-sampah ini dinilai dapat merusak keindahan alam sekaligus menimbulkan dampak negatif yang serius terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan bahwa penanganan sampah di destinasi wisata Gunungkidul pasca-libur sekolah dioptimalkan melalui Aksi Bersih Pantai dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Langkah ini juga didukung dengan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya serta penegakan Surat Edaran (SE) Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah.
“Langkah ini krusial mengingat lonjakan kunjungan wisatawan sering memicu penumpukan limbah hingga ribuan ton per hari di kawasan pesisir,” katanya saat menjadi narasumber Dialog Tanggap Bencana pada Selasa, 14 Juli 2026.
Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY yang juga Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Erwan Widyarto menjelaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi kebiasaan sebagian wisatawan. Rendahnya kesadaran masyarakat ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan lingkungan di lingkungan keluarga sejak dini.
“Apabila seseorang telah dibiasakan menjaga kebersihan sejak di rumah, kebiasaan tersebut akan terbawa ketika berada di sekolah maupun ruang publik,” katanya dalam siaran Dialog Jogja Menyapa di Pro1 RRI Yogyakarta.
Erwan menambahkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat tersebut sering kali tetap terjadi meskipun fasilitas pengelolaan sampah sebenarnya telah tersedia secara memadai. Menurutnya, persoalan utama terletak pada kebiasaan individu yang kemudian berkembang menjadi budaya dalam lingkungan keluarga mereka sendiri. (Prima Hapsari)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....