Nikmat yang Dipertanggungjawabkan dalam Islam
- 13 Jul 2026 10:00 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap nikmat yang diberikan Allah kepada manusia bukan sekadar anugerah, tetapi juga amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Hal tersebut disampaikan H.M. Ansori, S.Sos.I., M.Pd dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palangka Raya, Senin, 13 Juli 2026.
H.M. Ansori menjelaskan, Al-Qur'an Surah At-Takatsur ayat 8 menegaskan bahwa setiap manusia akan ditanya tentang nikmat yang telah diterimanya. Salah satu nikmat terbesar yang akan dipertanggungjawabkan adalah kesehatan.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa di antara pertanyaan pertama yang diajukan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah tentang kesehatan tubuh dan kesempatan hidup yang telah diberikan Allah.Menurutnya, banyak orang baru menyadari berharganya kesehatan ketika telah jatuh sakit.
Padahal, nikmat sehat semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah, bukan justru digunakan untuk berfoya-foya atau menunda amal saleh. Ia menilai, kebiasaan menunda ibadah dengan alasan "nanti saja" merupakan salah satu bentuk kelalaian terhadap nikmat yang telah diberikan.
| Baca juga: Memahami Ujian Kehidupan dalam Islam |
Selain kesehatan, H.M. Ansori juga mengingatkan bahwa waktu luang merupakan nikmat yang sering diabaikan manusia. Mengutip hadis Rasulullah , ia mengatakan terdapat dua nikmat yang banyak membuat manusia lalai, yakni kesehatan dan waktu luang.
Kesempatan yang tersedia sering kali disia-siakan, hingga ketika kesibukan datang, seseorang merasa tidak lagi memiliki waktu untuk beribadah maupun melakukan kebaikan. Ia juga menambahkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah .
"Hal tersebut sejalan dengan firman Allah yang menyebutkan bahwa seluruh anggota tersebut akan ditanya mengenai bagaimana penggunaannya selama hidup di dunia. Berbagai hikmah ulama juga menyebutkan bahwa rasa aman dan kesehatan merupakan nikmat besar yang sering tidak disadari nilainya," ujarnya.
Mengakhiri tausiyahnya, H.M. Ansori mengajak umat Islam untuk lebih banyak bersyukur dan merenungkan setiap nikmat yang telah diberikan Allah . Menurutnya, bukan hanya kesehatan, tetapi seluruh nikmat yang diterima manusia akan menjadi bahan pertanggungjawaban di akhirat. Karena itu, setiap nikmat hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....