Perempuan Rentan Overthinking karena Tuntutan

  • 12 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Ayu Suhadi, S.Psi., M.Ed mengungkapkan banyak perempuan yang datang berkonsultasi bukan karena lemah, melainkan karena terlalu lama memikul beban hidup sendirian. Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 6 Juli 2026.

Ayu mengatakan perempuan kerap merasa harus mampu menjalankan berbagai peran secara sempurna, mulai dari menjadi ibu, istri, hingga anak yang selalu bisa diandalkan. Kondisi itu membuat banyak perempuan memilih memendam persoalan tanpa memiliki tempat untuk bercerita.

"Mereka menanggung semuanya sendiri, merasa harus menjadi ibu yang sempurna, anak yang mandiri, padahal sebenarnya tidak mampu dan tidak tahu harus bercerita kepada siapa," ungkap Ayu.

Menurutnya, tekanan dari lingkungan turut membentuk anggapan bahwa perempuan harus selalu kuat. Akibatnya, banyak klien yang datang dengan keluhan serupa.

"Kalimat yang paling sering saya dengar adalah, 'Ibu, saya enggak sanggup.' Itu menunjukkan mereka memaksakan diri untuk terus kuat, padahal sebenarnya sudah kelelahan karena memikul semua beban sendiri," ujarnya.

Ayu menegaskan bahwa sikap sabar dalam Islam bukan berarti memendam masalah seorang diri. Ia mengingatkan, ketika beban mulai memicu kecemasan, depresi, sulit tidur, atau perasaan tidak menentu, perempuan perlu mencari pertolongan kepada keluarga, teman, maupun tenaga profesional sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan mental. Dengan begitu, perempuan dapat tetap kuat tanpa harus mengorbankan kondisi psikologisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....