Aceh Utara Desak Percepatan Bantuan Pulihkan Ekonomi Penyintas

  • 10 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara meminta Pemerintah Pusat segera mempercepat penyaluran berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak banjir guna mempercepat pemulihan ekonomi penyintas. Lambatnya realisasi bantuan dinilai berdampak pada belum pulihnya mata pencaharian warga, bahkan mendorong sebagian masyarakat memilih merantau demi memenuhi kebutuhan hidup.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan fenomena warga Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, yang memilih merantau setelah bencana banjir menjadi gambaran nyata bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih belum pulih.

"Fenomena ini menunjukkan kehidupan penyintas banjir belum sepenuhnya pulih. Proses pemulihan ekonomi masih berjalan lambat sehingga sebagian warga memilih mencari penghidupan di luar daerah, bahkan ke luar negeri," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Muntasir, dampak banjir tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam berbagai sektor produktif masyarakat, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menyebut ribuan hektare lahan perkebunan mengalami kerusakan, puluhan ribu ternak mati, sementara lahan sawah dan tambak masih tertutup material lumpur. Di sisi lain, bantuan revitalisasi sektor pertanian yang telah dijanjikan pemerintah pusat juga belum terealisasi, sedangkan sejumlah jaringan irigasi masih dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Muntasir menjelaskan, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa) terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar berbagai bantuan bagi korban banjir dapat segera dicairkan.

Bantuan yang diperjuangkan tersebut meliputi Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan isi hunian, bantuan stimulan pemulihan ekonomi, hingga bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara telah menyelesaikan proses pendataan, verifikasi, dan validasi By Name By Address (BNBA) terhadap penyintas banjir di 696 gampong yang tersebar di 25 kecamatan terdampak, dari total 852 gampong di 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap pemerintah pusat segera merealisasikan seluruh bantuan yang telah diusulkan agar masyarakat dapat kembali membangun kehidupan, memulihkan mata pencaharian, serta mempercepat kebangkitan ekonomi pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....