Hari Pertama Sekolah, 61 Dapur MBG Magetan Siap Kembali Layani Siswa

  • 10 Jul 2026 10:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Sebanyak 61 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan siap memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para siswa setelah sempat berhenti beroperasi selama masa libur sekolah.

Petugas Satuan Tugas (Satgas) MBG Magetan, Awang Arifaini Rudin, mengatakan kesiapan tersebut merupakan hasil evaluasi dan pembenahan yang dilakukan masing-masing dapur selama jeda kegiatan belajar mengajar. Dari total target 70 SPPG tahap ini, masih ada sembilan dapur yang belum beroperasi dan ditargetkan menyusul dalam beberapa hari mendatang.

"Per hari ini ada 61 SPPG yang siap melayani saat anak-anak mulai masuk sekolah. Mudah-mudahan sembilan dapur lainnya dapat beroperasi dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga seluruhnya bisa aktif," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Awang, sembilan SPPG tersebut masih menyelesaikan tahapan administrasi dan teknis. Empat dapur sedang mengurus pencabutan status suspensi setelah merampungkan perbaikan, sedangkan lima lainnya merupakan unit baru yang masih melengkapi persyaratan sebelum memperoleh izin operasional.

Ia menjelaskan, masa libur sekolah dimanfaatkan pengelola dapur untuk meningkatkan kualitas fasilitas. Perbaikan dilakukan mulai dari penataan ruang produksi hingga penyempurnaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar sesuai standar yang ditetapkan.

"Selama libur sekolah kami mendorong seluruh pengelola melakukan evaluasi. Ada yang hanya pembenahan ringan, tetapi ada juga yang memperbaiki sistem IPAL dan tata ruang agar operasionalnya lebih baik," katanya.

Awang menambahkan, beberapa dapur yang sebelumnya dikenai suspensi sebenarnya telah memiliki IPAL. Namun, penggunaannya belum memenuhi prosedur sehingga pengelola mendapat pendampingan dari penyedia peralatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan sistem tersebut berfungsi sesuai ketentuan.

Setelah seluruh perbaikan selesai, setiap SPPG wajib menjalani proses verifikasi berlapis mulai dari koordinator kecamatan, koordinator wilayah, hingga koordinator regional sebelum memperoleh persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kembali beroperasi.

Di sisi lain, aktifnya kembali dapur MBG diharapkan turut menggerakkan perekonomian petani lokal. Selama program berhenti sementara, permintaan terhadap sejumlah komoditas seperti telur, sayuran, dan jagung manis menurun sehingga berdampak pada harga di tingkat petani.

"Kami berharap ketika seluruh dapur kembali beroperasi, anak-anak kembali menerima makanan bergizi dan hasil pertanian masyarakat juga kembali terserap sehingga harga komoditas menjadi lebih baik," ucapnya.

Saat ini Badan Gizi Nasional menargetkan keberadaan 84 SPPG di Kabupaten Magetan. Dari sektor pendidikan, sasaran penerima manfaat mencapai 106.518 orang yang terdiri atas peserta didik dan tenaga kependidikan. Hingga kini sebanyak 97.997 orang atau sekitar 92 persen telah menerima manfaat program MBG, sedangkan cakupan layanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan terus disesuaikan dengan pembaruan data penerima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....