Haji Uma Apresiasi dan Bantu Aksi Swadaya Warga Bener Meriah
- 01 Jul 2026 15:01 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID. Lhokseumawe– Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, meninjau langsung kondisi jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa, 30 Juni 2026.
Jembatan vital yang sempat lumpuh akibat diterjang banjir tersebut kini kembali berfungsi berkat aksi gotong royong dan swadaya murni masyarakat setempat. Sebagai bentuk dukungan nyata Haji Uma turut menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta. untuk menambah biaya operasional para relawan yang masih terus menyempurnakan jalan maupun jembatan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kebersamaan warga yang dipelopori oleh Syahrial Abadi. Terlebih, persoalan yang sempat mencuat antara masyarakat dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait status jembatan darurat ini akhirnya berhasil diselesaikan lewat komunikasi yang baik.
“Alhamdulillah, hari ini semua sudah clear. Jembatan Enang-Enang ini roboh diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kemudian Pak Syahrial bersama masyarakat bergerak cepat menginisiasi perbaikan secara swadaya melalui patungan biaya. Meskipun kondisinya masih sederhana, jembatan ini sudah bisa dipergunakan kembali,” kata Haji Uma, Rabu, 1 Juli 2026.
Haji Uma menilai keberadaan Jembatan Enang-Enang ini sangat krusial bagi urat nadi perekonomian warga. Jika masyarakat dipaksa menggunakan jalur alternatif, ongkos transportasi dipastikan membengkak dan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.
“Kalau melintas dari jalur lain, jalannya kecil, rutenya jauh, dan biayanya tentu lebih tinggi. Jalur ini sangat efektif dan harus dimaksimalkan demi masyarakat,” tambahnya.
Haji Uma mendesak Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar tidak menutup mata dan segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen di kawasan Enang-Enang.
“Kita berharap pihak Balai Jalan segera membangun jembatan permanen di sini. Apa yang dilakukan masyarakat adalah tamparan sekaligus contoh gotong royong yang luar biasa. Kini giliran pemerintah untuk segera menindaklanjuti agar masyarakat mendapatkan akses jalan yang aman, nyaman, dan layak,” tegas Haji Uma.
Cerita di Balik Swadaya Warga: 7 Bulan Terisolasi
Sementara itu, inisiator pembangunan, Syahrial Abadi, membeberkan fakta memprihatinkan di balik aksi swadaya ini. Gerakan patungan warga muncul karena mereka sudah lelah menunggu tindakan dari pemerintah setelah jembatan tersebut putus total selama hampir tujuh bulan.
“Akibat pembiaran itu, perputaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat sempat lumpuh. Warga yang hendak menuju Simpang Lancar atau sebaliknya terpaksa memutar ke jalur alternatif yang kerap dilanda kemacetan parah sampai tiga jam,”jelasnya.
Syahrial menjelaskan, awalnya warga hanya menargetkan jembatan darurat yang bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, berkat besarnya dukungan masyarakat dan para donatur, konstruksinya bisa diperluas meskipun dengan keterbatasan teknis.
“Warga kini tetap berupaya menyempurnakan jembatan darurat tersebut sambil menanti realisasi jembatan permanen dari pemerintah.”pungkasnya,
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....