Kemendes Luncurkan Program Sehati, Perkuat Ketahanan Pangan Kabupaten Serang

  • 30 Jun 2026 20:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia meluncurkan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) di Kabupaten Serang. Kick Off Program Sehati digelar di Swiss-Belinn Modern Cikande, Selasa 30 Juni 2026. Program ini merupakan hasil kerja sama Kemendes PDT dengan World Bank atau Bank Dunia. Kegiatan dihadiri jajaran kementerian, pemerintah daerah, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan.

Menteri Desa PDT, Yandri Susanto menjelaskan, Program Sehati menjadi langkah awal memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat desa menghadapi perubahan iklim. Program tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan oktahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, BRIN, hingga mitra pembangunan.

"Program ini akan menyasar desa-desa yang ada di Indonesia, dengan tujuan untuk memastikan ketahanan pangan lokal itu benar-benar kita angkat potensinya," kata Menteri Desa PDT Yandri Susanto.

Ia menegaskan, program tersebut juga mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan. Selain beras dan jagung, pemerintah juga mendorong swasembada protein, pengelolaan desa bebas sampah, hingga hilirisasi produk desa. Program Sehati juga diproyeksikan melahirkan desa-desa ekspor yang memiliki daya saing.

Yandri menambahkan hilirisasi produk desa akan meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Produk lokal yang telah memenuhi kebutuhan dalam negeri juga berpeluang memasuki pasar ekspor. Selain itu, program pemberdayaan pemuda pelopor desa akan diperkuat sebagai bagian dari pengembangan ekonomi desa. Provinsi Banten dipilih menjadi lokasi pertama pelaksanaan Program Sehati.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDT, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kemendagri, Pemerintah Provinsi Banten, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Kabupaten Serang dengan 326 desa memiliki potensi besar untuk mengembangkan ketahanan pangan berbasis desa.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan program. Kehadiran BRIN juga akan memperkuat pendampingan melalui inovasi dan riset," ucap dia.

Ratu Zakiyah menegaskan, kedaulatan pangan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendampingan dari BRIN diharapkan mampu memetakan potensi unggulan setiap desa.

Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program yang tepat sasaran. Dengan demikian, desa dapat meningkatkan pendapatan asli desa sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program Sehati, pemerintah berharap pembangunan desa semakin terarah, produktif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....