Pertamina Stok BBM dan LPG di Sorong Aman, Hingga 20 Hari Kedepan

  • 22 Apr 2026 13:47 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang dan Hasan Nasbi, melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi energi, khususnya BBM dan LPG di wilayah Kota Sorong berjalan dengan baik.

Kunjungan kerja Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang bersama Hasan Nasbi, berlangsung di Kota Sorong, Selasa (21/4/2026), dengan menyasar SPBU COCO 81 984 01 di Jalan Ahmad Yani serta agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri.

Dalam kunjungan tersebut, Hasan Nasbi menyampaikan bahwa secara umum pelayanan di SPBU berjalan baik. Tidak ditemukan antrean, dan penyaluran BBM subsidi dinilai tepat sasaran. Meski demikian, ia mencatat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

“Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Patra Niaga, seperti pembatas toilet, perbaikan tangki pendam, serta beberapa SOP lainnya,” ujarnya.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke agen LPG non-subsidi di PT. Wilis Trijaya Mandiri. Dari hasil pemantauan, pasokan LPG dinyatakan dalam kondisi aman tanpa adanya kelangkaan. Ketersediaan stok bahkan mampu memenuhi kebutuhan hingga 15 hari ke depan, dengan pasokan lanjutan yang telah terjadwal.

“Di agen ini tidak ada kelangkaan, suplai tersedia bahkan hingga 15 hari ke depan, dan sebelum habis sudah ada pasokan baru yang datang. Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga,” tambah Hasan.

Sementara itu, Nanik S. Deyang menyoroti kondisi masyarakat yang tetap tenang dan kondusif di tengah isu kenaikan harga energi. Ia menilai, program BBM Satu Harga memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial dan ekonomi, khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Masyarakat sangat tenang, tidak ada gejolak. Program BBM satu harga ini luar biasa, apalagi di wilayah timur seperti Papua. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan bahwa ketahanan stok BBM di Sorong justru lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Jika rata-rata stok di Jawa sekitar 10 hari, maka di Sorong dapat mencapai hingga 20 hari.

Kondisi ini dinilai memberikan jaminan keamanan energi bagi masyarakat. Pertamina pun optimistis ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG di Papua Barat Daya, dan wilayah Papua secara umum, dapat terus terjaga dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....