BPBD Aceh Utara Bangun Kembali Ketangguhan Masyarakat Berbasis Mitigasi

  • 09 Apr 2026 14:32 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini tengah memasuki tahap pasca-bencana, yaitu fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P). Tahap ini difokuskan untuk membangun kembali ketangguhan dan ketahanan masyarakat atau resiliensi dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara, Mulyadi, menjelaskan bahwa proses pemulihan ini bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kerja keras serta kesabaran bersama, mengingat kerusakan yang terjadi cukup parah.

"Sesuai kondisi sekarang, kita masuk kepada fase rehabilitasi rekonstruksi atau R3P. Tujuannya adalah membangun kembali ketangguhan masyarakat atau resiliensi kebencanaan. Ini tentunya tidak semudah membalik telapak tangan, ada banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama," ujar Mulyadi, saat dialog bincang pagi di RRI, Kamis 9 April 2026.

Salah satu permasalahan utama yang masih dihadapi saat ini adalah kondisi infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya. Hal ini terlihat dari masih seringnya terjadi genangan air meski hujan hanya turun dalam durasi singkat.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab utama hal tersebut terjadi. Pertama, masih banyaknya tanggul sungai dan jembatan yang jebol atau rusak. Kedua, terbentuknya muara-muara baru yang belum memiliki perlindungan atau tepian yang tinggi. Ketiga, saluran-saluran air di area pemukiman masih tertutup oleh lumpur yang belum bersih sempurna.

"Sebentar saja hujan turun, sudah mulai tergenang kembali. Ini karena tanggul amruk, ada muara baru tanpa pembatas, dan saluran tersumbat lumpur. Karena itu, peran mitigasi tetap sangat penting bahkan di masa pasca bencana," jelasnya.

Oleh sebab itu, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilaksanakan harus tetap berbasis mitigasi bencana. Artinya, segala pembangunan harus dirancang agar aman dari ancaman bencana selanjutnya, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Sawang, Langkahan, dan area terbentuknya aliran sungai baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....