Hari Kesehatan Sedunia: Warga Soroti Cuaca Pancaroba Ekstrem
- 07 Apr 2026 15:04 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID: Sungailiat : Peringatan Hari Kesehatan Sedunia pada Selasa (7/4/2026) menjadi momentum krusial bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, terutama di tengah cuaca pancaroba yang tidak menentu. Hal ini terungkap dalam diskusi interaktif acara Sekaput (Siang-siang enak e Puter Pro 4) yang disiarkan oleh RRI Pro 4 siang tadi.
Dalam acara tersebut, dua pendengar setia, Fifi dan Lepi, bergabung melalui sambungan telepon untuk berbagi pandangan mengenai realitas kesehatan saat ini. Fifi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perubahan cuaca drastis yang memicu maraknya penyakit saluran pernapasan dan demam di lingkungannya.
"Kondisi sekarang sangat menantang karena cuaca pancaroba. Sebentar panas terik, lalu tiba-tiba hujan badai. Saya melihat banyak anak-anak dan lansia yang mulai tumbang karena flu dan batuk," ujar Fifi saat berinteraksi di segmen Sekaput.
Senada dengan Fifi, Lepi menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini harus menjadi pengingat bagi setiap individu untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan fisik di tengah anomali cuaca yang kian ekstrem.
Peringatan Hari Kesehatan Sedunia sendiri memiliki sejarah panjang yang bermula dari pembentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 7 April 1948. Sejak tahun 1950, tanggal ini ditetapkan secara global sebagai hari untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan prioritas yang dihadapi penduduk dunia.
Tahun 2026 ini, tema yang diusung adalah "Together for health. Stand with science". Relevansi tema tersebut sangat kuat dalam menghadapi tantangan cuaca pancaroba saat ini, di mana masyarakat diajak untuk tetap bersandar pada informasi kesehatan berbasis sains guna memitigasi risiko penyakit musiman yang sering muncul di masa transisi iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....