Bantuan Sumur Bor Bantu 150 Petani Kediri

  • 14 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sebanyak 150 petani di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada tadah hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka. Bantuan sumur bor dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri menjadi solusi saat musim kemarau.

Selama ini, anggota Kelompok Tani Subur Makmur hanya mengandalkan air hujan dan pompa alkon untuk pengairan. Saat kemarau tiba, lahan pertanian mereka kerap kekurangan air.

Pengurus Kelompok Tani Subur Makmur, Doni Rahman, mengatakan sumur submersible dengan kedalaman 45 meter tersebut membantu menjaga ketersediaan air untuk pertanian.

“Mayoritas warga di sini bertani. Pengairan sangat penting saat kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air bisa lebih tercukupi,” ujarnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Komoditas utama yang ditanam petani setempat antara lain jagung, palawija, cabai, dan sayuran. Selain persoalan air, petani juga menghadapi tantangan serangan hama ulat pada tanaman jagung.

Menurut Doni, penggunaan pestisida kimia membutuhkan biaya sekitar Rp250 ribu per botol. Bahkan, hama ulat disebut mulai kebal sehingga dosis penggunaan harus ditambah.

Kepala Dusun Gadungan Barat, Kukuh Ari Sugiono, mengatakan bantuan sumur bor tersebut sangat membantu warga yang mayoritas bekerja sebagai petani. Namun, ia mengungkapkan masih ada persoalan lain yang dihadapi petani, yakni keterbatasan pupuk subsidi.

“Kalau harus membeli pupuk non subsidi, biayanya tinggi. Selisih antara biaya produksi dan hasil panen jadi semakin tipis,” katanya.

Program TMMD sendiri merupakan kegiatan terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang menyasar pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....