Evaluasi Operasi Ketupat 2026: Rekayasa Arus Tekan Kemacetan di Pandeglang

  • 27 Mar 2026 10:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang mengklaim sukses menjalankan skema rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan arus mudik dan balik selama Operasi Ketupat Maung yang berakhir pada 25 Maret 2026 lalu. Fokus utama pengamanan diarahkan pada pemetaan jalur wisata dan perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi simpul krusial mobilitas masyarakat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, Ipda Sofyan Sopan, menjelaskan jajarannya telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberikan petunjuk arah jelas menuju lokasi wisata pantai maupun pemandian. Kendaraan dari arah Cigadung diarahkannya berbelok kiri menuju Karangtanjung, Kadubanen, hingga Cipacung guna memecah penumpukan di pusat kota. Skema satu arah atau one-way juga diberlakukan Satlantas Pandeglang secara situasional di jalur Mengger-Cipacung sebanyak tiga hingga empat kali sehari sesuai dengan dinamika kepadatan di lapangan.

"Kami melakukan rekayasa lalu lintas mulai dari Cigadung diarahkan ke Karangtanjung hingga Mengger menuju arah Labuan atau Carita. Untuk menekan kemacetan, kami memberlakukan sistem one-way di jalur Mengger menuju Cipacung secara situasional, sehari bisa dilakukan tiga sampai empat kali melihat kepadatan arus," ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Polres Pandeglang mencatat terdapat satu kecelakaan selamat Operasi Ketupat ini yaitu di Jalan Raya Labuan-Pandeglang, tepatnya di Kampung Rokoi, Kecamatan Kaduhejo, dengan fatalitas tiga korban meninggal dunia. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius Sanlantas mengingat pada Operasi Ketupat tahun 2025 lalu angka kecelakaan tercatat nihil. Faktor kesalahan manusia atau human error berupa ketidaktertiban pengendara saat mendahului kendaraan lain diidentifikasi sebagai pemicu utama insiden tunggal tersebut.

Sofyan menjelaskan sebelum operasi dimulai, Satlantas Polres Pandeglang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyisir jalur-jalur rusak untuk segera diperbaiki. Pemberian tanda dan pengaspalan lubang jalan dilakukan agar faktor kelayakan infrastruktur tidak menjadi penghambat kelancaran pemudik nantinya. Kepolisian juga memasang spanduk peringatan di titik rawan kecelakaan atau black spot mulai dari Cadasari hingga jalur selatan Panimbang-Labuan guna meningkatkan kewaspadaan pengendara.

"Sebelum operasi, kami sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk memperbaiki jalan yang rusak di beberapa titik jalur mudik. Kami juga memasang spanduk di wilayah rawan kecelakaan atau black spot bersama Jasa Raharja guna memberikan imbauan kepada para pengendara," katanya.

Efektivitas Operasi Ketupat tahun ini menurutnya didukung oleh kesiapsiagaan personel yang memberikan arahan langsung terkait pelaksanaan one-way. Langkah preventif ini dianggapnya bertujuan untuk memastikan transisi arus lalu lintas berjalan aman tanpa risiko tabrakan antarkendaraan di jalur yang diberlakukan rekayasa. Sinergi antara kepolisian, Jasa Raharja, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam meminimalisir kendala teknis maupun sarana selama masa operasi berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....