Tips Cegah Kantuk Berkendara di Arus Balik
- 26 Mar 2026 13:25 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Gelombang arus balik Lebaran mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Setelah menikmati libur panjang di kampung halaman, jutaan pemudik bersiap kembali ke kota tempat mereka bekerja. Lonjakan volume kendaraan di berbagai jalur utama pun tak terhindarkan, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi mereka yang memilih menyetir kendaraan pribadi.
Perjalanan panjang saat arus balik bukan hanya soal kesiapan kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Tubuh yang prima menjadi faktor utama keselamatan di jalan. Dalam situasi lalu lintas padat dan perjalanan berjam-jam, konsentrasi dan daya tahan tubuh harus tetap terjaga agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Salah satu ancaman serius yang kerap diabaikan adalah fenomena microsleep. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, bahkan hanya beberapa detik, tanpa disadari. Meski singkat, dampaknya bisa fatal jika terjadi saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
Rasa kantuk saat berkendara memang dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari kelelahan setelah aktivitas mudik, kurang tidur, hingga kondisi jalan yang monoton. Namun, ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yakni asupan makanan dan minuman sebelum maupun selama perjalanan. Pilihan konsumsi yang tidak tepat dapat mempercepat munculnya rasa lelah dan menurunkan konsentrasi.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana namun krusial. Kekurangan cairan atau dehidrasi ringan terbukti dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk kemampuan fokus saat mengemudi. Penelitian dalam jurnal Physiology & Behavior (2015) menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat meningkatkan kesalahan saat berkendara dalam perjalanan panjang. Karena itu, pengemudi disarankan untuk minum air putih secara berkala, sekaligus memanfaatkan waktu berhenti di rest area untuk beristirahat sejenak.
Selain itu, konsumsi makanan dan minuman manis juga perlu dibatasi. Meski gula dapat memberikan energi cepat melalui fenomena lonjakan energi atau sugar rush, efek ini tidak bertahan lama. Setelahnya, tubuh akan mengalami penurunan kadar gula darah yang dikenal sebagai sugar crash, yang justru memicu rasa lelah, penurunan konsentrasi, dan kantuk.
Pilihan makanan juga berperan penting dalam menjaga kewaspadaan. Konsumsi makanan tinggi lemak, seperti gorengan atau makanan bersantan, dapat memperlambat proses pencernaan. Penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2024) menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak berkaitan dengan meningkatnya rasa kantuk. Hal ini terjadi karena tubuh mengalihkan aliran darah lebih banyak ke sistem pencernaan, sehingga memicu rasa lelah dan berat setelah makan.
Di sisi lain, konsumsi kafein seperti kopi memang kerap diandalkan untuk melawan kantuk. Kafein bekerja dengan memblokir zat pemicu kantuk di otak, sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, efek ini bersifat sementara. Studi dalam Sleep Medicine Reviews (2023) menegaskan bahwa penggunaan kafein secara berulang tidak efektif dalam jangka panjang, karena hanya menunda rasa kantuk, bukan menghilangkannya.
Pada akhirnya, keselamatan dalam perjalanan arus balik tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan dan kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan fisik serta pola konsumsi pengemudi. Mengatur asupan dengan bijak, cukup istirahat, dan mengenali batas kemampuan tubuh menjadi kunci utama agar perjalanan kembali ke rutinitas dapat berlangsung aman dan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....