Mendag Dorong UMKM Pakai Barcode untuk Tembus Ritel Modern
- 06 Okt 2026 13:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong UMKM melengkapi produk dengan barcode untuk memudahkan akses ke jaringan ritel modern di Indonesia.
- Indonesia memiliki lebih dari 50.000 gerai minimarket yang membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas distribusi produk mereka.
- Barcode berfungsi sebagai adaptasi digitalisasi perdagangan yang membantu pengelolaan produk dalam proses layanan, penyimpanan, dan penyaluran melalui jaringan ritel.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Men;dag) Budi Santoso mendorong pelaku UMKM melengkapi produknya dengan barcode agar lebih mudah masuk ke jaringan ritel modern. Peluang tersebut didukung oleh luasnya jaringan minimarket di Indonesia yang kini berjumlah lebih dari 50.000 gerai.
Bagi UMKM, barcode menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap digitalisasi perdagangan. Kode tersebut juga membantu pengelolaan produk dalam proses layanan, penyimpanan, dan penyaluran melalui jaringan ritel.
“Kita terima kasih kepada GS1 Indonesia (penyedia kode batang) yang telah bekerja sama. Untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Budi menilai penggunaan barcode merupakan salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan UMKM ketika menyasar ritel modern. Meski demikian, produk tetap harus memiliki kualitas yang memenuhi standar dan daya saing yang memadai.
“Kalau produk tidak punya daya saing, tidak bagus, ya tidak bisa masuk. Karena konsumen punya standar, ritel juga punya standar,” ujar Budi.
Ia menambahkan, kualitas produk menjadi perhatian baik bagi konsumen maupun pihak ritel. Karena itu, penggunaan barcode perlu diikuti dengan upaya menjaga mutu dan meningkatkan kemampuan produk untuk bersaing.
Pemanfaatan barcode dapat menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk meningkatkan kemampuan produk lokal bersaing di pasar. Budi menyebut akses melalui ritel modern sebagai salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk dalam negeri.
Budi juga menyoroti besarnya jaringan minimarket yang tersedia di Indonesia. Saat ini, jumlah gerai minimarket di dalam negeri telah mencapai lebih dari 50.000.
“Kalau semua bisa diisi produk-produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil karena diisi oleh produk-produk lokal,” ujarnya.
Menurut Budi, banyaknya jaringan ritel tersebut membuka ruang bagi produk lokal untuk mengisi pasar dalam negeri. Ia berharap semakin banyak produk Indonesia yang dapat dipasarkan melalui jaringan tersebut.
Pada program sertifikasi barcode, Kemendag bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk memberikan fasilitasi kepada produk UMKM. Pada tahap awal, program tersebut diarahkan kepada 50 perusahaan yang memiliki produk pangan dalam kemasan dan beauty care.
Budi berharap cakupan fasilitasi sertifikasi barcode tidak berhenti pada tahap awal. Perluasan program diharapkan membuat lebih banyak produk UMKM memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki ritel modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....