Kementerian UMKM Perluas Pasar Terdampak Bencana

  • 18 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian UMKM bersama TikTok Shop by Tokopedia memfasilitasi landing page UMKM Sumatra Bangkit. Salah satunya membantu memperluas akses pasar dan mempercepat pemulihan usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sosialisasi pemanfaatan landing page tersebut dilakukan melalui Klinik UMKM Bangkit di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya. Kegiatan serupa juga digelar secara paralel di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

“Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan UMKM melalui penguatan pemasaran digital. Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar,” ujar Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya, Jumat, 18 September 2026.

Hingga 26 Agustus 2026, tercatat 4.425 UMKM terdampak bencana telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit. Sebanyak 2.128 produk lokal telah ditampilkan dengan capaian 40,63 juta transaksi senilai lebih dari Rp32 juta.

“Karena itu, UMKM terdampak bencana harus berani masuk ekosistem digital dan e-commerce untuk memperluas pasar. Konsumen kini semakin mengandalkan belanja daring,” kata Ari.

Pendampingan pemanfaatan landing page sebelumnya telah dilakukan di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie pada 10 September 2026. Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Tapanuli Tengah pada 22 September 2026.

Pemilik usaha dari tiga provinsi terdampak bencana dapat bergabung dengan landing page UMKM Sumatera Bangkit. Syaratnya, UMKM telah terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta Nomor Induk Berusaha (NIB).

Education Specialist Tokopedia dan TikTok Shop Surya Sastriando dalam kegiatan tersebut memberikan pendampingan mengenai pembuatan akun marketplace. Lalu tata cara bergabung dalam landing page UMKM Sumatra Bangkit dan kampanye Beli Lokal, serta strategi promosi.

Produk yang dipasarkan melalui landing page tersebut harus merupakan produk lokal. Pemilik usaha selanjutnya membuat akun penjual di Tokopedia atau TikTok Shop dan mengisi formulir registrasi yang disediakan platform.

Kementerian UMKM juga mewajibkan setiap UMKM yang bergabung untuk terdaftar dalam aplikasi SAPA UMKM. Integrasi tersebut dilakukan untuk memudahkan pemantauan perkembangan pemulihan usaha secara berkala.

Sejumlah pelaku UMKM terdampak bencana mengapresiasi pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit. Jarjani, pemilik usaha garam dari Desa Lancang Paru, Pidie Jaya, mengatakan layanan tersebut membantu proses pemulihan usahanya.

Hal serupa disampaikan Bagas Pradipta, pemilik usaha kopi di Desa Meureuduyang. Ia menilai pendampingan pemasaran digital memberikan wawasan baru untuk memperluas jangkauan produknya.

Pemerintah Aceh turut mendukung pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit . Dan menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai program pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha terdampak bencana.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan platform digital tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha,l. Serta menjaga keberlanjutan produksi, serta memperluas akses pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak kembali bergerak.

“Klinik UMKM Bangkit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin agar UMKM kembali pulih. Sementara fasilitas landing page akan memperluas jangkauan pembelian produk-produk UMKM yang terdampak bencana,” kata Ari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....