INKOPPAS Bidik 2.800 Koperasi Pedagang Pasar Masuk Ekosistem Digital

  • 17 Sep 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • INKOPPAS menargetkan digitalisasi sekitar 2.800 Koperasi Pedagang Pasar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari transformasi pasar rakyat.
  • Platform INKOPPAS Link tidak hanya ditujukan untuk transaksi nontunai, tetapi juga pencatatan transaksi, pengelolaan usaha, dan perluasan akses pasar.
  • Kementerian Koperasi mendorong pengembangan INKOPPAS Link menuju model e-commerce agar pedagang dapat menjangkau konsumen secara daring.

RRI.CO.ID, Jakarta - Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) menargetkan digitalisasi menjangkau sekitar 2.800 Koperasi Pedagang Pasar (KOPPAS) di seluruh Indonesia. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mentransformasi pasar rakyat agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perilaku konsumen.

Langkah awal transformasi itu ditandai dengan peluncuran INKOPPAS Link di Koperasi Pedagang Pasar Cibubur Sejahtera (KOPPAS Cibubur), Kamis, 17 September 2026. Platform tersebut menjadi proyek percontohan sebelum dikembangkan dan direplikasi ke koperasi pedagang pasar di berbagai daerah.

Sekretaris Umum INKOPPAS, Andrian Lamemuhar, mengatakan digitalisasi diperlukan agar pedagang pasar tidak tertinggal dalam perubahan ekosistem perdagangan.

"Melalui program digitalisasi, kami ingin membantu koperasi dan pedagang pasar menjadi lebih adaptif, efisien, dan mampu memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan masyarakat saat ini," kata Andrian.

Menurut dia, INKOPPAS Link tidak dirancang sebatas sebagai sarana pembayaran digital. Platform tersebut diarahkan menjadi bagian dari ekosistem digital koperasi dan pasar, mulai dari transaksi hingga pengelolaan aktivitas usaha.

Andrian berharap model yang diuji di KOPPAS Cibubur dapat segera diperluas, sehingga manfaat digitalisasi dapat dirasakan sekitar 2.800 KOPPAS di seluruh Indonesia.

Pasar Rakyat Masuk Era Digital

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi, Rulli Nuryanto, mengapresiasi langkah INKOPPAS tersebut. Ia menilai digitalisasi menunjukkan koperasi pedagang pasar dapat mengikuti perkembangan teknologi.

"Pemanfaatan INKOPPAS Link akan memperluas pasar karena memperbesar daya jangkau para pedagang," ujarnya.

Rulli mendorong agar pengembangan platform tidak berhenti pada transaksi digital. Dalam jangka panjang, INKOPPAS Link diharapkan berkembang menjadi semacam e-commerce, sehingga konsumen dapat membeli produk pedagang pasar secara daring.

Pengembangan tersebut membuka peluang bagi pasar rakyat untuk menjangkau konsumen di luar pengunjung yang datang secara langsung ke pasar.

Bukan Sekadar Nontunai

Dalam ekosistem INKOPPAS Link, PT Moneta Pembayaran Teknologi (MonetaPay) berperan sebagai mitra sistem pembayaran. Integrasi teknologi memungkinkan pedagang menggunakan transaksi nontunai sekaligus membantu pencatatan transaksi.

Direktur Utama MonetaPay, Vista Octarensa, mengatakan digitalisasi pembayaran seharusnya tidak dipahami sekadar sebagai perpindahan transaksi dari uang tunai ke platform digital.

"Prinsipnya, digitalisasi bukan sekadar memindahkan transaksi ke platform nontunai, tetapi bagaimana MonetaPay dapat mempermudah pencatatan keuangan, meningkatkan keamanan transaksi, dan membuka akses finansial yang lebih luas bagi para pedagang pasar tradisional," kata Vista memaparkan.

MonetaPay saat ini disebut telah melayani lebih dari 1.000 pelaku usaha dan terhubung dengan lebih dari 140 bank di Indonesia.

Cibubur Jadi Model Awal

Dari sisi teknologi, INKOPPAS menggandeng PT Manunggal Laju Teknologi (Manalogi) untuk merancang dan mengembangkan platform. Direktur Utama Manalogi, Frito Marcefianto, mengatakan pengembangan aplikasi dilakukan dengan menerjemahkan kebutuhan koperasi dan pedagang pasar ke dalam sistem yang mudah digunakan.

"Kami menerjemahkan kebutuhan digitalisasi INKOPPAS dan koperasi pedagang pasar ke dalam sebuah sistem aplikasi yang dapat digunakan dalam ekosistem pasar secara mudah," katanya.

KOPPAS Cibubur menjadi titik awal untuk menguji penggunaan platform, mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, dan menyempurnakan sistem sebelum diterapkan lebih luas. Jika proses percontohan berjalan sesuai target, model tersebut akan menjadi pijakan bagi perluasan digitalisasi ke koperasi pedagang pasar lainnya.

Transformasi ini diarahkan untuk menjaga keberadaan pasar rakyat di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Digitalisasi diharapkan tidak menghilangkan karakter pasar tradisional, tetapi memperkuat koperasi, memperluas jangkauan pedagang, memperbaiki pencatatan usaha, dan membuka akses transaksi yang lebih luas.

Dengan target sekitar 2.800 KOPPAS, INKOPPAS menempatkan digitalisasi sebagai salah satu instrumen untuk membawa pasar rakyat masuk ke ekosistem ekonomi digital nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....