Bazar dan Event Jadi Kesempatan UMKM Kenalkan Produk

  • 12 Sep 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bazar berfungsi sebagai platform strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk kuliner secara langsung kepada masyarakat luas.
  • Melalui interaksi dan pengalaman mencicipi produk di bazar, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen baru dengan cara yang lebih efektif dan personal.
  • Owner UMKM Khazanah Food memanfaatkan bazar untuk memperkenalkan enam varian makanan dan satu minuman dari usahanya yang berlokasi di Jakarta Barat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bazar menjadi ruang bagi pelaku UMKM memperluas pasar sekaligus mengenalkan produk kuliner kepada masyarakat secara langsung. Kegiatan ini memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen baru melalui interaksi dan pengalaman mencicipi produk.

Owner UMKM Khazanah Food, Deviyanti, memanfaatkan bazar sebagai sarana mengenalkan produk kulinernya kepada masyarakat. Usaha kuliner asal Jakarta Barat itu kini menawarkan enam varian makanan dan satu minuman.

Khazanah Food berawal dari keinginan Deviyanti mengisi waktu luang sebagai ibu rumah tangga. Setelah melihat kebab yang populer melalui YouTube dan Google, ia kemudian mencoba membuat produk tersebut sendiri.

"Saya ibu rumah tangga, punya anak, kadang rasanya bosen ngerjain pekerjaan rumah. Lalu, pas buka Youtube sama Google, kebab lagi viral, akhirnya coba bikin itu," katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 12 September 2026.

Kebab tersebut awalnya dibuat untuk konsumsi pribadi, lalu dibagikan kepada tetangga dan teman untuk mendapatkan tanggapan. Respons positif dari orang-orang sekitar mendorong Deviyanti mulai memasarkan kebab tersebut pada Juni 2019.

Seiring berkembangnya usaha, Deviyanti menambah sejumlah menu untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan dan selera konsumen. Selain kebab daging dan kebab manis, tersedia pula dimsum, burger, lasagna, serta es dawet hitam.

"Menu best seller-nya kebab, ada kebab daging dan kebab manis. Menu yang lainnya dimsum, burger, dan lasagna, lalu yang baru ini, dari 2025, ada es dawet hitam," ujarnya.

Deviyanti mengembangkan produknya dengan menyesuaikan cita rasa terhadap selera masyarakat Indonesia yang menyukai rasa pedas, asam, dan manis. Es dawet hitam menjadi salah satu menu baru yang dikembangkan Khazanah Food sejak 2025.

Bazar dan event besar menjadi kesempatan Deviyanti mengenalkan produk Khazanah Food kepada masyarakat lebih luas. Ia rutin mengikuti berbagai kegiatan, termasuk acara tahunan peringatan 17 Agustus di Monas selama tiga tahun.

Keikutsertaan dalam berbagai bazar juga menjadi bagian dari upaya Khazanah Food memperluas pemasaran. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan memperoleh respons langsung dari konsumen.

"Selain berjualan sendiri, aku ikut bazar juga, terus waktu es dawet ini dicoba pembeli, rasanya asing buat mereka. Selama ini kan yang terkenal itu cendol, akhirnya kita coba tambah es dawet hitam ini," ucapnya.

Sementara itu, Owner Salman Seafood, Salman Alfarizi, juga memanfaatkan event kuliner sebagai ruang pemasaran produknya. Usaha yang berdiri sejak 2016 tersebut kini mengikuti berbagai event setelah sebelumnya berjualan dengan membangun tenda.

"Dulu kita jualan pakai shelter, lalu tempat itu akhirnya diganti menjadi bangunan lain. Setelah itu kita mengikuti event-event, seperti event kuliner atau pasar malam," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Salman Seafood terus menyesuaikan produk dengan minat konsumen dan tren kuliner yang berkembang. Produk yang saat ini ditawarkan antara lain tahu gejrot, sate cumi, tahu crispy, serta chicken roll. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....