Menteri UMKM: Prokesra Produktif Bidik 10 Juta Masyarakat Berusaha
- 01 Sep 2026 05:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prokesra Produktif menargetkan 10 juta masyarakat berusaha dan bekerja pada 2026-2029.
- Kementerian UMKM mengonsolidasikan hampir 20 kementerian/lembaga untuk mengintegrasikan program pemberdayaan UMKM.
- Prokesra mengintegrasikan pelatihan, pendampingan, legalitas, sertifikasi, pemasaran, akses digital, dan pembiayaan UMKM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman menetapkan target sepuluh juta masyarakat dapat berusaha. Realisasi program strategis bernama Prokesra Produktif tersebut diproyeksikan bakal berlangsung secara bertahap sejak 2026 hingga 2029.
Kementerian UMKM mengonsolidasikan pelaksanaan program bersama dengan hampir 20 kementerian dan lembaga terkait dalam dua pekan terakhir. Langkah integrasi layanan dirancang guna memperkuat akses legalitas sertifikasi serta peluang pasar digital bagi pelaku usaha.
Integrasi sistem pendampingan terpadu diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam skema pasok program Makan Bergizi Gratis. Pembenahan ekosistem kewirausahaan ditujukan untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto nasional secara berkelanjutan melalui transformasi usaha.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian UMKM 2027 di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta. Pemaparan rencana strategis di hadapan jajaran Komisi VII DPR RI tersebut disampaikan pada Senin, 31 Agustus 2026.
"Dan seperti yang sudah pernah kita bahas di rapat sebelumnya, saya tambahkan lagi, kami ada penugasan program yaitu Prokesra Produktif. Yang akan kita realisasikan di tahun 2026 sampai 2029, yaitu dengan target 10 juta masyarakat kita untuk bisa berusaha dan bekerja," kata Maman.
Maman menegaskan pentingnya menyatukan berbagai layanan pemberdayaan masyarakat yang selama ini masih tersebar di daerah. Konsolidasi program antarinstansi dinilai menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan formalisasi produk serta kemudahan sertifikasi usaha.
"Artinya yang menjadi salah satu tantangan kita adalah bagaimana kita bisa mensinergikan, mengonsolidasikan, dan mengintegrasikan program-program. Yang tersebar di seluruh kementerian dan provinsi serta kabupaten/kota itu bisa terintegrasi secara baik," ujar Maman.
Maman melaporkan hasil koordinasi awal bersama belasan lembaga pemerintah untuk mengoordinasikan seluruh pelatihan kerja secara terpadu. Pendataan pelaku usaha akan dihubungkan langsung menggunakan sistem platform digital utama yang dinamakan SAPA UMKM.
"Nah, kami laporkan pada kesempatan hari ini melalui program Prokesra, kami sudah kurang lebih sekitar 2 minggu yang lalu. Kami sudah mengonsolidasikan kurang lebih hampir sekitar 20 kementerian/lembaga terkait sinergisitas dan integrasi program ini," ucap Maman dalam kepada tertulis kepada RRI.co.id , Selasa, 1 September 2026.
Maman menyoroti kendala klasik pelaku UMKM daerah dalam memproses sertifikasi serta mengakses pembiayaan perbankan secara resmi. Penyederhanaan prosedur hukum disiapkan untuk membantu pengusaha mikro agar dapat naik kelas dan bersaing secara global.
"Lalu yang kedua terkait pelatihan dan pendampingan yang memang belum terpadu dan melalui program Prokesra sudah kita integrasikan. Dan yang ketiga adalah legalitas dan sertifikasi yang kita harus akui masih belum mudah diakses," katanya.
Maman memaparkan empat program prioritas pemberdayaan yang mencakup Bursa Wirausaha Unggulan serta Transformasi Usaha nasional secara terukur. Langkah pengembangan diselaraskan guna memperluas penciptaan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
"Nah, dari kelima tantangan-tantangan tersebut, kami mengerucutkan ada beberapa program utama. Yang pertama adalah melanjutkan dan segera terus menjalankan program sistem platform utama kita yaitu SAPA UMKM," ujarnya.
Maman menutup pemaparan dengan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan kerja sama pemasaran bagi produk lokal unggulan. Pelibatan jaringan UMKM nasional dalam rantai pasok diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat dari tingkat bawah.
"Yang kedua adalah Prokesra Produktif. Yang ketiga adalah Bursa Wirausaha Unggulan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....