Exabytes Luncurkan GROW AI, Dorong UMKM Indonesia Adopsi Kecerdasan Artifisial

  • 20 Agt 2026 01:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Exabytes resmi meluncurkan GROW AI, menggantikan tagline sebelumnya, “GROW Digital”, dalam GROW AI Summit 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13 Agustus 2026.
  • Indonesia menjadi pasar strategis, bersama Malaysia dan Singapura, karena memiliki basis lebih dari 65 juta UMKM dan potensi ekonomi digital yang besar.
  • GROW AI ditujukan untuk UMKM hingga korporasi, agar dapat mengadopsi AI secara aman, praktis, terukur, dan sesuai kebutuhan bisnis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan teknologi Exabytes resmi meluncurkan arah strategis dan tagline baru, dari "GROW Digital" menjadi "GROW AI". Perubahan tersebut diperkenalkan dalam ajang GROW AI Summit 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13 Agustus 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Exabytes untuk mendorong pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Sehingga, mereka dapat mengadopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) secara aman, praktis, dan terukur.

Melalui strategi baru tersebut, Exabytes menargetkan dapat membantu satu juta bisnis mengadopsi dan memanfaatkan AI hingga 2030.

Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pencapaian target tersebut. Dengan jumlah UMKM yang mencapai lebih dari 65 juta dan kontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, percepatan transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Namun, adopsi AI di kalangan bisnis masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari keterbatasan literasi digital, kesenjangan infrastruktur antardaerah, hingga kekhawatiran dalam menerapkan teknologi baru secara aman.

Melalui GROW AI, Exabytes berupaya menyederhanakan proses adopsi teknologi tersebut agar dapat diterapkan oleh bisnis dari berbagai skala.

GROW AI: Dari Digital Menuju Bisnis Berbasis AI

GROW AI dirancang untuk membantu bisnis tidak hanya memiliki kehadiran digital, tetapi juga memanfaatkan AI dalam aktivitas operasional untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Strategi tersebut mengusung prinsip RASA, yakni Reliable atau andal, Accessible atau mudah diakses, Scalable atau dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, serta AI-driven atau dipacu oleh teknologi AI.

Dengan prinsip tersebut, Exabytes mengintegrasikan berbagai kapabilitasnya, mulai dari infrastruktur cloud, keamanan siber, aplikasi bisnis, e-commerce, produktivitas kerja, otomasi, hingga layanan AI terkelola. Adapun ambisi yang diusung melalui strategi GROW AI dirangkum dalam slogan "Run Smarter, Operate Faster, GROW Further."

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Exabytes Group, Chan Kee Siak, mengatakan perubahan strategi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan Exabytes selama 25 tahun dalam mendukung pertumbuhan bisnis.

"Selama 25 tahun beroperasi, Exabytes telah mendukung lebih dari 160.000 bisnis. Dengan adopsi AI dan strategi baru ini, kami menetapkan target besar untuk membantu lebih banyak bisnis bertumbuh melalui AI," ujar Chan Kee Siak.

Menurut dia, banyak pelaku usaha telah menyadari bahwa AI akan memengaruhi cara mereka bersaing. Namun, masih terdapat pelaku usaha yang belum mengetahui dari mana harus memulai dan bagaimana menerapkannya secara aman.

Karena itu, Exabytes berupaya menyederhanakan kompleksitas tersebut. Caranya dengan menggabungkan teknologi, infrastruktur, keahlian, dan jaringan mitra yang diperlukan bisnis.

Indonesia Jadi Pasar Strategis

Indonesia, bersama Malaysia dan Singapura, merupakan salah satu dari tiga pasar inti Exabytes. Besarnya basis UMKM dan perkembangan ekonomi digital menjadikan Indonesia sebagai pasar penting dalam ekspansi dan pencapaian target perusahaan hingga 2030.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan GROW AI memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pelaku usaha di Indonesia.

"Bagi Indonesia, GROW AI bukan sekadar arah baru, melainkan komitmen nyata untuk mendampingi UMKM dan bisnis lokal menjawab tantangan hari ini. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha dapat memaksimalkan adopsi AI dengan optimal yang berdampak pada efisiensi dan peningkatan produktivitas manusianya," ujarnya.

Indra menambahkan, Exabytes akan terus menghadirkan inovasi berbasis AI untuk mendukung percepatan transformasi digital bisnis di Indonesia. "Kami optimistis dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi digital bisnis di Indonesia. Sekaligus, berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Exabytes untuk bertumbuh bersama satu juta bisnis pada 2030," katanya.

Siapkan Produk dan Solusi AI

Sejalan dengan peluncuran GROW AI, Exabytes juga menyiapkan rangkaian produk dan solusi berbasis AI yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat. Solusi tersebut mencakup berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari asisten layanan pelanggan, penjualan dan pemasaran berbasis AI, otomasi alur kerja, hingga penyediaan infrastruktur AI yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Exabytes menilai penerapan AI tidak harus dilakukan sekaligus. Pelaku usaha dapat memulainya secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan kapasitas bisnis.

Melalui GROW AI, Exabytes ingin menempatkan AI bukan sekadar sebagai teknologi baru. Melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan kepada pelanggan, produktivitas, serta membuka peluang pertumbuhan bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap semakin banyak bisnis di Indonesia, termasuk UMKM, dapat memasuki tahap transformasi berikutnya. Sekaligus, memanfaatkan AI secara lebih aman, mudah, serta memberikan hasil yang dapat diukur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....