Kemenekraf Miliki Peran Penting Membuka Jalan Produk Lokal ke Pasar Global
- 24 Jun 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelaku ekonomi kreatif menilai akses jaringan dan pendanaan masih menjadi kebutuhan untuk memperluas pasar.
- Kementerian Ekraf dinilai dapat membantu membuka akses ke pameran dan ajang internasional.
- Inovasi dan kemampuan beradaptasi disebut menjadi tantangan utama pelaku industri kreatif.
RRI.CO.ID, Jakarta - CEO Luna Guitarworks, Tatag Bintara, mendorong adanya dukungan besar pemerintah untuk membantu produk ekonomi kreatif lokal menembus pasar internasional. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya dalam diskusi mengenai pengembangan industri kreatif nasional.
Menurut Tatag, salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah upaya menjaga keberlanjutan ekonomi kreatif. Sekaligus mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi para pelaku industri dalam menghasilkan karya lokal berkelas dunia.
“Jadi ekonomi kreatif ini bisa menjadi sustain stabilitas perekonomian bangsa ketika sesama anak bangsa ini kita berkarya. Kemudian kita berkolaborasi menjadikan hasil suatu karya ini bisa lebih dinikmati kemudian menjadi soko perekonomian Indonesia,” katanya saat ditemui di Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif dinilai dapat berperan dalam membuka akses yang selama ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha kreatif, mulai dari jaringan internasional, pendanaan, hingga kesempatan mengikuti pameran dan ajang internasional.
“Melalui Kemenekraf ini bisa dipermudah sebagai aksesibilitas untuk event lokal, event internasional dan mungkin sebagai pendanaannya. Jadi teman-teman ekonomi kreatif di Indonesia ini gak boleh menyerah yang penting terus berkarya,” ujarnya.
Menurut dia, akses jaringan internasional menjadi salah satu dukungan penting yang dibutuhkan pelaku industri kreatif Indonesia. Dengan adanya dukungan tersebut, produk-produk lokal berpeluang tampil dalam berbagai pameran dan pergelaran ekonomi kreatif di luar negeri.
Meski demikian, Tatag menegaskan tantangan terbesar bukan hanya soal modal, melainkan kemampuan para pelaku usaha. Dimana pelaku usaha perlu menghadirkan inovasi dan gagasan baru agar karya yang dihasilkan tetap relevan dengan zaman.
“Artinya kita yang berkarya maka kita menghadapi tantangan tersebut. Lebih ke ide-ide baru, gagasan-gagasan baru soal gimana ekonomi kreatif yang kita hasilkan ini bisa adaptif dan berinovasi,” ucapnya.
Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif harus mampu terus beradaptasi dan tidak cepat puas terhadap hasil karya yang telah dicapai. Tatag berharap pemerintah dapat menjadi jembatan yang mempertemukan produk-produk kreatif lokal dengan pasar internasional.
Dalam waktu terpisah, Wamen Ekraf Irene Umar pernah mengatakan bahwa kolaborasi internasional harus memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Yaitu melalui akses pasar, jejaring global, dan ruang kolaborasi lintas negara.
Pemerintah juga ingin talenta kreatif Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tampil di ekosistem internasional. "Kolaborasi internasional harus memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia, baik dalam bentuk akses pasar maupun jejaring global," katanya di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....