Pariwisata Daerah Menyerap 30 Ribu Tenaga Kerja Lokal di Indonesia

  • 22 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rangkaian event pariwisata daerah berhasil menyerap lebih dari 30.000 tenaga kerja lokal dan 4.600 pelaku UMKM di Indonesia.
  • Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi sebesar Rp1,5 triliun untuk mendongkrak pergerakan wisatawan domestik hingga akhir tahun.
  • Insentif transportasi berupa potongan harga tiket dirancang untuk memanfaatkan momentum libur sekolah dan hari besar keagamaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sektor pariwisata daerah berhasil menyerap lebih dari 30 ribu tenaga kerja lokal melalui berbagai rangkaian festival budaya. Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Aditya Laksmana.

Menurutnya, penyerapan lapangan kerja dalam jumlah masif tersebut dinilai mampu mengurangi angka pengangguran secara efektif di tingkat desa. Ia-pun mengapresiasi keterlibatan jutaan warga lokal yang menjadi motor penggerak utama festival.

"Dampak-dampaknya pada penciptaan lapangan kerja. Keterlibatan tenaga kerja dari 38 (event) itu sudah mencapai 30.000 tenaga kerja yang terlibat," kata Aditya dalam wawancara dengan RRI Pro3, dilansir dari Youtube RRI Pro3, Senin, 22 Juni 2026.

Selain itu, terdapat lebih dari empat ribu enam ratus pelaku usaha mikro yang ikut menangguk untung dalam program ini. Untuk menjaga tren positif tersebut, kementerian terkait langsung mengumumkan paket stimulus ekonomi khusus pada periode semester kedua.

Kebijakan insentif transportasi senilai Rp1,5 triliun disiapkan untuk mempermudah pergerakan pelancong domestik. "Pemerintah bahkan sudah merencanakan jauh ke depan untuk masa libur, sudah juga ada stimulan ekonomi," kata Aditya saat memaparkan strategi stimulus.

Menurutnya, momentum libur sekolah anak dan perayaan hari besar keagamaan akan dimanfaatkan sebagai puncak perputaran ekonomi nasional. Insentif finansial berupa potongan harga tiket perjalanan ini diharapkan mampu mendongkrak pergerakan pelancong nusantara secara signifikan.

Selain itu, ia meyakini sinergi kebijakan antara pusat dan daerah akan memperkuat daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi makro. Melalui bantuan fasilitas tersebut, masyarakat umum diharapkan tidak hanya menjadi penonton melainkan agen pendukung utama pariwisata nasional.

Menurutnya, keberlanjutan agenda pariwisata terbukti memberikan dampak berganda yang sangat luas bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa diyakini akan membawa industri kreatif tanah air menuju standar dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....