Pelaku UMKM Terima Literasi Keuangan lewat Simulasi Bisnis Ikasman 37 Jakarta

  • 03 Mei 2026 01:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta menggelar pelatihan literasi keuangan untuk pelaku UMKM menggunakan metode simulasi permainan bisnis interaktif.
  • Ketua Umum Boy Rafli Amar menekankan pentingnya disiplin manajemen keuangan guna menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat luas secara mandiri.
  • Metode pembelajaran praktik melalui boardgame memberikan gambaran nyata kepada pengusaha mikro dalam mengambil keputusan strategi menghadapi risiko usaha.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah pelaku UMKM menerima literasi keuangan dari Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta melalui metode simulasi permainan bisnis praktis. Organisasi tersebut menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Para peserta diajak mempelajari manajemen risiko serta cara mengelola arus kas usaha dalam kondisi pasar sangat dinamis. Kegiatan simulasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan teori serta praktik bagi pelaku UMKM demi menjaga keberlanjutan bisnis.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 37 Jakarta Boy Rafli Amar memaparkan urgensi tata kelola modal bisnis terencana. Ia menjelaskan disiplin finansial merupakan faktor utama keberhasilan jangka panjang bagi setiap pemilik usaha kecil saat ini.

“Literasi keuangan bukan sekadar soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu membaca risiko, mengambil keputusan, dan menjaga keberlanjutan usahanya,” kata Boy Rafli Amar.

Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha mandiri tersebut wajib dilakukan melalui pendekatan sederhana agar materi mudah dipahami oleh masyarakat. Dia meyakini kemampuan manajemen finansial kuat mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional dari berbagai tekanan krisis di masa depan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kalau pengelolaannya kuat, maka daya tahan ekonomi masyarakat juga akan semakin kokoh,” ucapnya.

Ketua Panitia Aryawan Eko Purianto menyatakan alasan pemilihan metode boardgame adalah karena sifatnya interaktif bagi seluruh peserta pelatihan. Teknik pembelajaran interaktif tersebut membuat proses edukasi terasa menyenangkan, namun tetap memberikan pemahaman substansial terkait dinamika dunia bisnis.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi benar-benar merasakan bagaimana mengambil keputusan keuangan dalam kondisi yang dinamis. Dari situ mereka belajar konsekuensi dari setiap pilihan,” ujar Aryawan.

Para pelaku usaha dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik langsung mengelola investasi secara benar serta terarah. Materi pengajaran simulasi tersebut juga menyertakan skenario tekanan risiko tinggi yang sangat sering muncul pada realitas lapangan kerja.

Seorang peserta pelatihan bernama Erna Ratna menyebut kegiatan ini membuka cara pandang baru bagi manajemen bisnis rintisan miliknya. Dia menyadari pentingnya hitungan logis dibandingkan hanya mengandalkan intuisi atau kebiasaan saat menjalankan operasional dagang setiap hari kerja.

“Selama ini saya menjalankan usaha lebih banyak berdasarkan kebiasaan. Di sini saya belajar bahwa setiap keputusan itu ada hitungannya, ada risikonya, dan harus direncanakan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....