Dari Diaspora ke Ritel Besar, Produk UKM RI Tembus 380 Toko Kanada
- 05 Mar 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Mississauga - Produk usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia semakin memperluas pasar di Kanada. Melalui kolaborasi diaspora dan dukungan pemerintah, produk nasional kini telah menembus lebih dari 380 toko ritel di berbagai wilayah Kanada.
Perluasan distribusi tersebut ditandai dengan peresmian kantor dan gudang baru Exotique Foods Inc. di Mississauga, Ontario, Selasa, 3 Maret 2026. Peresmian dilakukan oleh Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab.
Dalam sambutannya, Dubes Muhsin menegaskan, pentingnya diplomasi ekonomi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha Indonesia. Menurutnya, penetrasi pasar global memerlukan konsistensi dalam membangun jaringan distribusi, menjaga mutu produk, dan memastikan keberlanjutan pasokan.
“Keberhasilan menembus pasar internasional tidak hanya bergantung pada promosi. Tetapi, juga konsistensi membangun jejaring distribusi serta menjaga kualitas produk,” ujarnya, dalam siaran pers tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
Diungkapkan, perkembangan distribusi produk Indonesia dalam dua tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2024, produk melalui Exotique Foods baru menjangkau sekitar 60 toko di Ontario.
Sementara pada 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 380 toko. Distribusinya kini menjangkau berbagai wilayah Kanada.
Pendiri dan CEO Exotique Foods Inc, David Gunawan menyatakan, ekspansi tersebut tidak terlepas dari penguatan kemitraan dengan produsen di Indonesia. Selain itu, dukungan fasilitasi dari KBRI Ottawa dalam membuka akses jaringan ritel.
“Melalui penguatan rantai pasok dan penyesuaian produk terhadap standar Kanada, distribusi kami kini menjangkau lebih dari 380 toko. Semoga terus meningkat," ujarnya.
Perusahaan yang didirikan pada 2023 oleh diaspora Indonesia ini bermitra dengan pelaku UKM di Tanah Air. Produk yang dipasarkan antara lain camilan berbahan dasar tempe, olahan buah tropis, keripik sehat, serta permen jahe.
Ke depan, kata David, portofolio produk juga akan diperluas dengan tempe siap saji, ubi Cilembu, gula aren, serta berbagai produk turunan kelapa. Produk-produk tersebut telah memasuki jaringan ritel Kanada, termasuk Bulk Barn dan Longo's.
Dijelaskan, untuk dapat menembus jaringan ritel arus utama tersebut, produsen Indonesia harus memenuhi berbagai ketentuan pasar Kanada. Di antaranya standar keamanan pangan, pelabelan bilingual, komposisi bahan, serta konsistensi mutu dan pasokan.
"Sejalan dengan ekspansi distribusi tersebut, kinerja ekspor nasional juga menunjukkan tren positif. Dalam periode 2023–2025, nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada meningkat dari USD 56,4 juta menjadi USD 116,7 juta," ucapnya.
Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky menilai, peningkatan tersebut menunjukkan daya saing produk Indonesia semakin kuat. Momentum ini juga dinilai semakin strategis menjelang implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement pada akhir 2026.
Ke depan, pemerintah melalui KBRI Ottawa dan Kementerian Perdagangan akan terus memperkuat promosi produk makanan dan minuman olahan Indonesia di Kanada. Salah satunya melalui partisipasi Indonesia dalam pameran internasional SIAL Canada 2026 yang akan digelar di Montréal pada 29 April hingga 1 Mei 2026.
Dalam rangkaian kunjungan di Mississauga, Dubes Muhsin juga mengunjungi perusahaan diaspora Indonesia lainnya, Petra International. Perusahaan yang didirikan oleh Ham Go pada 1997 tersebut dikenal sebagai penyedia dekorasi kue gumpaste flowers terbesar di dunia.
Perkembangan Exotique Foods dan kiprah Petra International tercatat menunjukkan peran penting diaspora dalam memperluas pasar produk Indonesia. Kolaborasi diaspora, pemerintah, dan pelaku usaha dirasakan seluruh pihak menjadi kunci penguatan kehadiran produk Indonesia di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....