UMKM Perempuan Indonesia Raih Transaksi Rp10,76 Miliar di Inggris
- 02 Mar 2026 15:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Birmingham - Atase Perdagangan RI London Ayu Siti Maryam melaporkan sembilan pelaku usaha kecil sukses mencatatkan potensi transaksi besar. Produk kreatif garapan perempuan Indonesia tersebut berhasil meraih nilai kontrak mencapai Rp10,76 miliar di Birmingham.
Capaian membanggakan ini diperoleh melalui ajang pameran bergengsi Spring Fair 2026 yang berlangsung awal Februari lalu. Pemerintah optimistis strategi promosi yang terarah mampu memperluas pangsa pasar produk lokal pada wilayah Britania Raya.
“Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia terlihat pada sektor dekorasi rumah, fesyen, dan gaya hidup. Nilai tambah desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif,” ujar Ayu di Birmingham, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia mengatakan pasar Inggris menyimpan peluang pertumbuhan ekspor yang sangat signifikan bagi industri kreatif nasional. Saat ini Inggris menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor tekstil Indonesia dengan pangsa pasar tertentu.
Ayu menjelaskan partisipasi dalam pameran internasional merupakan kesempatan berharga untuk menjalankan strategi perluasan pasar ekspor. Kehadiran pelaku usaha perempuan mempertegas posisi Indonesia sebagai pemasok produk berkelanjutan di tingkat pasar global.
“Kami optimistis strategi promosi terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan dapat memperluas pangsa pasar Indonesia di Inggris. Upaya tersebut diyakini mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar Inggris,” kata Ayu.
Ia menyebutkan potensi transaksi akan ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis antara para pelaku usaha dengan mitra potensial. Pemerintah ingin memastikan realisasi kontrak dagang dapat memberikan dampak sosial nyata bagi para perajin di daerah.
Sembilan jenama terpilih menampilkan ragam produk mulai dari dekorasi rumah hingga aksesori fesyen berbahan serat alami. Penggunaan material ramah lingkungan sangat selaras dengan tren konsumen Inggris yang mengutamakan prinsip keberlanjutan saat ini.
“Produk seperti kerajinan anyaman ramah lingkungan, aksesori fesyen artisan, dan dekorasi rumah berbasis material alami menunjukkan kekuatan ekspor Indonesia. Kekuatan tersebut tidak hanya bertumpu pada industri skala besar,” ucap Ayu.
Pemilik Arifah Studio Syarifah mengatakan pameran tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik bagi pelaku usaha nasional. Ia menganggap pasar Inggris relatif belum banyak digarap secara maksimal oleh para pengusaha kreatif asal Indonesia.
Syarifah menyatakan kehadiran berbagai jenama lokal menunjukkan kepada publik Inggris mengenai kekuatan warisan budaya nusantara yang beragam. Indonesia bukan hanya tentang keindahan Bali melainkan memiliki identitas merek yang kuat melalui inovasi desain.
“Merek-merek Indonesia perlu lebih sering mengikuti pameran dagang di Inggris maupun Eropa untuk memperluas pasar. Partisipasi tersebut juga penting untuk memperkuat branding nasional di pasar internasional,” ujar Syarifah.
Kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London menjadi kunci sukses keikutsertaan delegasi UMKM pada ajang tersebut. Sejumlah lembaga perbankan serta yayasan perusahaan negara turut memberikan dukungan penuh bagi kelancaran program promosi ini.
Total perdagangan kedua negara pada tahun lalu mencatatkan surplus yang cukup menguntungkan bagi pihak pemerintah Indonesia. Ekspor utama meliputi komoditas alas kaki hingga peralatan listrik yang menunjukkan kualitas manufaktur nasional kian kompetitif.