Menteri Perdagangan Lepas Ekspor Sembilan Ton Keripik Pisang ke Malaysia

  • 02 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tebing Tinggi - Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok menuju pasar Malaysia. Pelepasan produk senilai 270 juta rupiah tersebut berlangsung di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Kegiatan ini membuktikan kemampuan produk usaha mikro daerah untuk menembus pasar internasional secara mandiri. Pemerintah terus mendorong pelaku usaha kecil agar memiliki daya saing pada level pasar global.

“Ekspor ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor,” ujar Budi di Tebing Tinggi, Jumat, 27 Februari 2026.

Usaha keripik pisang tersebut telah berkembang pesat sejak dirintis dari skala rumahan sepuluh tahun. Produsen rutin melakukan pengiriman barang ke mancanegara serta mengantongi sertifikasi halal untuk menjaga kepercayaan.

Kementerian Perdagangan menginisiasi program inovasi strategis guna memperluas akses bagi pelaku usaha menuju internasional. Langkah ini bertujuan menjawab tantangan keterbatasan akses terhadap pembeli potensial dari berbagai negara luar.

“Kami memfasilitasi UMKM melalui business matching dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Pada 2025, kami telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total transaksi mencapai USD134,8 juta atau sekitar Rp2,2 triliun,” kata Budi.

Pemerintah telah memfasilitasi sekitar 1.200 unit usaha kecil dengan total transaksi triliunan rupiah kemarin. Mayoritas peserta program tersebut merupakan pelaku usaha lokal yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

Kementerian Perdagangan turut menjalankan program pembinaan desa potensial melalui pelatihan pengemasan hingga fasilitasi promosi digital. Sinergi pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memaksimalkan peluang perdagangan di kancah dunia internasional.

“Kami ingin UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor,” ucap Budi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Utara Surya menyatakan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung utama ekonomi daerah. Ekspor kali ini mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga standar mutu serta kepercayaan mitra dagang.

Pemerintah provinsi terus mendorong hilirisasi produk agar memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi petani lokal. Transformasi produk mentah menjadi barang olahan menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat perdesaan.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah. Produk tersebut diharapkan berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Surya.

Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian mengharapkan kolaborasi mampu membangun ekosistem perdagangan yang modern. Sinergi yang kuat akan membantu usaha mikro naik kelas dan menjadi tuan rumah sendiri.

Pemilik Keripik Pisang Kepok Keling Archila, Budiarti mengaku telah mengikuti berbagai pelatihan pemerintah untuk meningkatkan kualitas mutu produk. Ia berharap dukungan pendampingan terus berlanjut agar jangkauan pasar ekspornya meluas hingga negara Thailand.

“Kami sudah ekspor ke Malaysia selama empat tahun terakhir. Harapan kami, ke depan tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga bisa menembus negara lain. Kami berharap dukungan dan pendampingan pemerintah dapat terus berlanjut agar produk kami bisa masuk ke pasar seperti Thailand dan negara lainnya,” ujar Budiarti.

Rekomendasi Berita