Kementerian UMKM Percepat Akses Pembiayaan Pelaku Usaha Sumut

  • 25 Feb 2026 05:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian UMKM terus memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha di Sumatera Utara. Pohaknya pun melakukan kegiatan Sosialisasi dan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelar di Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.

“Kegiatan ini menjadi momentum percepatan penyaluran KUR. Sekaligus upaya meningkatkan kualitas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, Selasa, 24 Februari 2026.

Sebanyak 450 lebih pelaku UMKM dari Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 250 pelaku usaha langsung menandatangani akad KUR.

Sementara 200 lainnya mengikuti sosialisasi dan coaching clinic untuk mengatasi kendala administrasi maupun kesiapan usaha. Hadir pula Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pembiayaan UMKM.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah bank penyalur KUR, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI). Lalu Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, serta Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPD Sumut).

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penyaluran sekaligus meningkatkan literasi pembiayaan di kalangan pelaku usaha. Secara nasional, penyaluran KUR sepanjang 2025 mencapai Rp270 triliun atau sekitar 94 persen dari target, dengan 4,5 juta debitur.

Untuk pertama kalinya, porsi penyaluran ke sektor produksi melampaui target, yakni 60,7 persen. Di Sumatera Utara, sepanjang 2025 tercatat 248 ribu pelaku UMKM menerima KUR dengan total nilai Rp14,7 triliun.

Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah dengan realisasi terbesar, mencapai Rp1,18 triliun kepada lebih dari 21 ribu pelaku usaha. Sementara Kota Pematang Siantar mencatat penyaluran Rp234 miliar kepada sekitar 3 ribu pelaku UMKM.

Memasuki 2026, hingga 22 Februari, penyaluran KUR di Sumatera Utara telah mencapai Rp1,86 triliun kepada lebih dari 32 ribu pelaku UMKM. Pemerintah menilai ruang percepatan realisasi masih terbuka lebar melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan pelaku usaha.

Riza menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penandatanganan pembiayaan, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan terintegrasi. “Dengan semangat kolaborasi, UMKM di Sumatera Utara diharapkan semakin kokoh sebagai penggerak utama perekonomian daerah,” ucap Riza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....