Kemendag Hadirkan Pasar Murah Ramadan Bukan dari APBN
- 18 Feb 2026 13:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim melaporkan terobosan baru dalam penyelenggaraan pasar murah menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Isy menyatakan kegiatan bazar bahan pokok tahun ini tidak menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah melakukan efisiensi pengeluaran namun tetap menjamin ketersediaan pangan murah bagi masyarakat luas. Kreativitas pemerintah melalui pemberdayaan koperasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan barang kebutuhan dengan harga yang sangat terjangkau.
“Penyelenggaraan pasar murah ini untuk pertama kalinya dilakukan di lingkungan Kementerian Perdagangan. Kegiatan tersebut tidak didukung oleh anggaran APBN,” ujar Isy di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Langkah mandiri ini merupakan respon cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Meskipun anggaran minimalis, Kemendag tetap hadir memberikan akses sandang dan pangan yang murah bagi warga sekitar.
Sebanyak 75 penyedia barang atau supplier terlibat langsung tanpa melalui perantara guna menekan harga jual produk. Kerja sama erat antara pemerintah dan pelaku usaha memastikan rantai distribusi tetap berjalan efisien selama masa Ramadan.
“Kementerian Perdagangan tetap hadir meskipun berada di tengah alokasi anggaran yang minimal dan efisiensi. Kami tetap memberikan akses pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Isy.
Isy menjelaskan pasar murah ini digerakkan sepenuhnya oleh Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera milik Kementerian Perdagangan. Inisiatif tersebut selaras dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat keberadaan koperasi merah putih di seluruh Indonesia.
Kemendag memfasilitasi puluhan usaha kecil menengah untuk mempromosikan aneka kuliner lokal kepada para pengunjung yang hadir. Promosi UMKM ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat di tengah tantangan efisiensi anggaran belanja negara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penghargaan tinggi atas keberhasilan koperasi dalam menyelenggarakan acara secara sangat profesional. Budi mengharapkan transparansi dalam pengelolaan lembaga ini dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan seluruh anggota kementerian.
Seluruh pegawai kini didorong untuk terlibat aktif menjadi bagian dari koperasi niaga sebagai motor ekonomi internal. Pengelolaan yang transparan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan organisasi di era kepemimpinan nasional yang baru.
“Koperasi harus dikelola secara profesional ya. Dikelola secara profesional dengan baik, transparan, sehingga nanti semua pegawai wajib menjadi anggota koperasi,” ujar Budi.
Pemerintah optimistis model pasar murah tanpa dana negara ini dapat diaplikasikan secara rutin setiap tahunnya. Keberhasilan kreasi teman-teman kementerian menunjukkan bahwa keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk melayani kebutuhan masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....