Torasera Kubu Raya Disiapkan Jadi Model Distribusi Kopdes

  • 10 Feb 2026 06:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kubu Raya — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Pondok Pesantren Abdusalam di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pemerintah akan menjadikannya sebagai pusat distribusi dan agregator produk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. 

"Ini merupakan percontohan nasional untuk membangun ekosistem koperasi yang kuat, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya, Senin 9 Februari 2026. Menurut Menkop, Torasera bukan sekadar toko ritel, tetapi bagian dari desain besar pemerintah. 

"Ini bukan hanya tempat jual beli tetapi pusat distribusi, agregator, sekaligus hub ekonomi rakyat," ucapnya. Ferry menegaskan dari sini koperasi desa diperkuat, produk lokal diperluas pasarnya, dan lapangan kerja dibuka. 

Menurut Menkop, koperasi pesantren dalam skema ini berperan sebagai mitra sekaligus kakak asuh bagi koperasi desa. Terutama dalam penguatan manajemen, model bisnis, hingga operasional usaha.

Sebagai bagian dari strategi nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 83 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. Tantangan terbesar bukan hanya membentuk koperasinya, tetapi bagaimana menjadikannya sebagau entitas bisnis yang sehat dan menguntungkan. 

"Torasera di Kubu Raya ini disiapkan sebagai model bisnis dan pedoman operasional," ucapnya. Menkop menegaskan nantinya ini bisa direplikasikan di daerah lain.  

Ferry menambahkan Torasera tidak hanya berfungsi menjual kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Ini juga menjadi offtaker produk petani, nelayan, dan UMKM, sekaligus menyalurkan berbagai program pemerintah agar lebih tepat sasaran.

Menkop menilai koperasi desa dan Torasera dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi masyarakat desa. Mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, panjangnya rantai distribusi, hingga praktik pinjaman ilegal.

"Kami ingin menciptakan perputaran uang di desa, di mana masyarakat bukan hanya menjadi konsumen tetapi juga pelaku ekonomi," ujarnya. Karena itu, manfaatnya harus kembali kepada rakyat, bukan terserap pada pemegang saham besar. 

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendukung berdirinya Torasera sebagai wujud eksistensi pengusaha lokal di tengah menjamurnya ritel modern. "Kemunculannya diharapkan menjadi inspirasi untuk dikembangkan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Norsan menambahkan konsep Torasera dilengkapi fasilitas pendukung seperti ATM perbankan, restoran berbasis pembayaran nontunai (cashless). Serta terdapat pusat jajanan serba ada (pujasera) yang ditempati UMKM lokal tanpa biaya sewa, listrik, maupun air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....