Matcha Kyoto: Akulturasi Budaya Jepang-Indonesia dalam Harmonisasi Rasa

  • 05 Des 2025 15:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: 'Matcha' dan 'Kyoto' merupakan dua kata yang menggambarkan tradisi minum teh Jepang dengan kehalusan budaya yang tumbuh dari ritual penyajiannya. Inilah alasan Owner Matcha Kyoto by Matcha Zupper, Intan Rosetti Arimbi menjual matcha yang terinspirasi dari tradisi meminum teh Jepang.

Ia mengisahkan bahwa usaha ini bermula dari kejenuhannya sebagai penikmat kopi. Pengalamannya mencicipi langsung cita rasa matcha di Negeri Matahari Terbit semakin menguatkan tekadnya untuk membuka bisnis tersebut.

"Sudah mulai berada di titik jenuh sebagai pecinta kopi. Lalu kemudian mencoba sesuatu yang baru yaitu buka usaha franchise Matcha Kyoto dari iklan di internet," katanya saat dihubungi oleh RRI, Kamis (4/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa seluruh bahan baku untuk minuman matcha original yang dijualnya menggunakan bubuk matcha asli berkualitas tinggi. Ia menegaskan, tidak ada campuran apa pun yang mengurangi kemurnian matcha tersebut.

Ia juga menceritakan bagaimana dirinya mengalami sedikit kesulitan untuk menginovasikan minuman matcha agar tidak terlalu pahit. "Jadi matchanya biar nggak terlalu pahit, sehingga masih bisa dikonsumsi," ucapnya, menambahkan.

Menurutnya, penggunaan matcha murni menjadi ciri khas usahanya sekaligus pembeda di tengah maraknya minuman matcha instan yang beredar. Dengan tetap mempertahankan rasa otentik, ia berharap penikmat matcha dapat merasakan pengalaman minum teh hijau ala Jepang yang sesungguhnya.

Sementara itu, menjelang Natal dan Tahun Baru dirinya akan mengeluarkan tiga menu terbaru. Diantaranya Milk Pink Berry, Chocolate Matcha, dan Ice Chocolate Kyoto.

Menurutnya, proses menemukan ide baru berlangsung natural tanpa tekanan. Ia juga mengaku bahwa proses berkreasi tidak pernah terasa berat.

"Semua mengalir saja, saya memang suka banget sama matcha. Jadi tinggal eksplorasi sendiri dan kembangkan rasa yang menurut saya menarik," ucapnya.

Ia berharap, penjualan Matcha Kyoto dapat terus menunjukkan perkembangan positif seiring bertambahnya usia usahanya. “Ini kan sebentar lagi mau genap sebulan ya usianya, targetnya, tentu penjualan bisa terus meningkat dan stabil," ujarnya.

Dokter Umum IHC RS Pusat Pertamina, dr. Hillary Kusharmita menilai efek kandungan kafein di dalam matcha lebih stabil dibandingkan kopi. Menurutnya, kafein yang tinggi bisa membuat konsumen

Ia juga menyarankan kepada masyarakat agar meminum matcha tanpa kandungan gula. "Lebih baik tanpa gula karena lebih menyehatkan," ujarnya, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....