Produk Parfum IKM Binaan Kemenperin Tembus Papua Nugini, Ekspor Capai Rp707 Juta

  • 16 Sep 2026 17:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kementerian Perindustrian, berhasil mengekspor produk parfum dan gel rambut ke Papua Nugini dengan nilai sekitar USD40.436 atau Rp707 juta.

RRI.CO.ID, Jakarta – Produk parfum dan gel rambut buatan industri kecil menengah (IKM) berhasil menembus pasar Papua Nugini. Ini ditandai dengan pelepasan ekspor hasil produksi PT Follow Me Indonesia tersebut dengan nilai USD40.436 (sekitar Rp707 juta).

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan ini menunjukkan produk kosmetik dalam negeri semakin kompetitif. Menurut dia, hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan kualitas, keamanan, dan inovasi produk kosmetik dalam negeri.

“Kami akan terus mendukung industri kosmetik dan parfum agar semakin meningkatkan kinerjanya,” ujarnya, Rabu 16 September 2026. “Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti bermanfaat.”

Menurut Menperin, industri kosmetik nasional berpotensi besar untuk terus dikembangkan seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong pelaku industri memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan inovasi, serta membangun merek lokal.

Kinerja ekspor industri kosmetik pada 2025 mencapai USD473,8 juta, naik 13,7 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD416,8 juta. Menurut Agus, ini menunjukkan pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang serta meningkatkan kualitas dan jangkauan akses pasar.

“Peningkatan kinerja ekspor membuktikan pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang meningkatkan kualitas serta akses pasarnya,” ujarnya. “Ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku IKM.”

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan pada Juli 2026 jumlah pelaku industri kosmetik di Indonesia mencapai 1.655 unit. Lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM, dengan 370 ribu produk kosmetik yang telah terdaftar di BPOM.

Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengapresiasi keberhasilan ekspor produk PT Follow Me Indonesia. Menurut dia, ini menunjukkan efektivitas pembinaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap IKM kosmetik Indonesia.

Perusahaan tersebut sebelumnya aktif mengikuti program pembinaan sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) yang diselenggarakan Ditjen IKMA. “Salah satu keberhasilan pembinaan industri kosmetik lokal terlihat dari munculnya produk yang mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Reni mengatakan industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing dan kualitas yang semakin diakui di tingkat internasional. Kedekatan geografis juga menjadikan Papua Nugini sebagai salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia. termasuk kosmetik dan wewangian.

“Pelepasan produk ekspor ini merupakan salah satu bukti bahwa industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing tinggi. Kualitas produk yang diakui secara internasional, serta mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

PT Follow Me Indonesia telah beroperasi selama hampir tiga dekade dengan fokus pada industri wewangian. Perusahaan ini bermula dari skala industri kecil dan sebelumnya berhasil menembus pasar ekspor Jepang.

“PT Follow Me Indonesia berhasil bertransformasi menjadi IKM yang memiliki kemampuan memperluas pasar serta menjaga eksistensinya,” kata Reni. “Ketangguhan produk wewangian dan kosmetik perusahaan ini sebelumnya telah teruji.”

Pembinaan terhadap PT Follow Me Indonesia dilakukan secara berkelanjutan. Sejak 2023, perusahaan mengikuti fasilitasi kemitraan dan temu bisnis IKM kosmetik.

Pada 2024, perusahaan memperoleh kesempatan mengikuti fasilitasi pameran Cosmetic Day dan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA. Dari fasilitasi temu bisnis Ditjen IKMA, PT Follow Me Indonesia berhasil menjalin kemitraan dengan PT Indesso Aroma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....