Fortuna Shoes Tembus Empat Pasar Ekspor, Manfaatkan Tarif Preferensi

  • 15 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • CV Fortuna Shoes berhasil mengekspor alas kaki ke pasar Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman dengan memanfaatkan fasilitas tarif preferensi.
  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan apresiasi atas kualitas produk dan mendorong perusahaan untuk maksimalkan business matching.
  • Perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri menyediakan fasilitasi business matching untuk meningkatkan daya saing produk ekspor.

RRI.CO.ID, Bandung - CV Fortuna Shoes menembus pasar Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman melalui produk alas kaki. Perusahaan memanfaatkan fasilitas tarif preferensi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar negara mitra.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi kualitas hasil karya Fortuna Shoes. Ia mendorong perusahaan memanfaatkan fasilitasi business matching yang disediakan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwadag, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial,” ujar Roro di Bandung, Senin, 14 September 2026.

Fortuna Shoes akan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Perusahaan dapat mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan untuk melakukan business matching secara langsung di lokasi pameran.

TEI 2025 mencatat 8.045 buyer dari berbagai negara selama penyelenggaraan pameran perdagangan tersebut. Capaian itu menunjukkan peran strategis TEI sebagai pameran dagang terbesar Indonesia dalam meningkatkan ekspor Indonesia.

CV Fortuna Shoes berdiri di Bandung pada 1969 dan mengusung prinsip tradition, craftmanship, dan quality. Perusahaan memproduksi alas kaki serta bagiannya dengan kode Harmonized System (HS) 6403 dan 6406.

Kapasitas produksi Fortuna Shoes mencapai 50 ribu pasang sepatu per tahun. Jepang menjadi tujuan ekspor utama perusahaan, disusul Inggris, Korea Selatan, dan Jerman.

Produk Fortuna Shoes memperoleh fasilitas tarif preferensi melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Perusahaan juga memanfaatkan ASEAN-Korea Free Trade Area dan Generalised Scheme of Preferences Uni Eropa yang mendukung daya saing produk.

Fortuna Shoes terdaftar dalam sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA) sejak 9 Januari 2012. Perusahaan juga telah menerbitkan Surat Keterangan Asal (SKA) sejak 2000.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut pertumbuhan industri manufaktur berdampak terhadap penyediaan lapangan kerja dan investasi. Ia juga menilai SKA memberikan nilai tambah bagi Bandung karena menunjukkan asal produk sepatu Fortuna.

“Dengan Surat Keterangan Asal (SKA), jualan di manapun, pembeli akan mengetahui bahwa sepatu Fortuna berasal dari Bandung. Hal ini tentu membawa nilai tambah bagi Bandung,” ujar Farhan.

Fortuna Shoes memasarkan merek Jalan Sriwijaya di Jepang melalui GMT Inc. Perusahaan tersebut berperan sebagai pemilik merek, importir, sekaligus pengelola gerai Jalan Sriwijaya.

Jalan Sriwijaya memiliki tujuh gerai di sejumlah kota Jepang. Merek tersebut memiliki citra dan pangsa pasar yang kuat, khususnya pada konsumen menengah atas.

Roro sebelumnya mengunjungi gerai Jalan Sriwijaya di Nihonbashi, Tokyo, pada Juni 2025. Dalam kunjungan tersebut, Roro berdiskusi dengan pemilik GMT Inc. dan membeli sepatu Jalan Sriwijaya.

Roro menilai kontribusi Fortuna Shoes tidak hanya terlihat dari aktivitas ekspor dan transaksi perdagangan. Sekitar 60 persen pekerja perusahaan merupakan perempuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....