Pameran di India, Furnitur Indonesia Catat Potensi USD2,26 Juta
- 11 Sep 2026 12:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paviliun Indonesia mencatat potensi transaksi USD2,26 juta dalam pameran INDEXPLUS 2026 di New Delhi, India.
- Kemendag mendorong pelaku usaha furnitur, termasuk UMKM, mempelajari tren konsumen India dan meningkatkan ekspor.
- ITPC Chennai memfasilitasi business matching untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon buyer di India.
RRI.CO.ID, Jakarta - Paviliun Indonesia mencatat potensi transaksi USD2,26 juta dalam pameran INDEXPLUS 2026 di New Delhi, India. Paviliun Indonesia juga membukukan realisasi transaksi USD151 ribu atau setara Rp2,65 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyebut India sebagai salah satu pasar ekspor furnitur yang potensial. Kemendag mengajak pelaku usaha furnitur, termasuk UMKM, mempelajari tren konsumen India dan semakin menggencarkan ekspor.
“Keikutsertaan Indonesia pada INDEXPLUS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat penetrasi produk furnitur kita di pasar India. Kemendag mengajak pelaku usaha furnitur Indonesia, termasuk UMKM mempelajari tren konsumen produk furnitur India dan semakin menggencarkan ekspor,” kata Puntodewi dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Pameran INDEXPLUS 2026 berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di New Delhi, India. Paviliun Indonesia mengusung tema “Indonesian Craftsmanship, Global Design” dengan luas area sekitar 156 meter persegi.
Puntodewi menjelaskan peluang ekspor furnitur Indonesia ke India semakin terbuka seiring perkembangan preferensi konsumen urban di negara tersebut. Di kota-kota besar seperti Mumbai, selera konsumen mulai bergeser dari furnitur tradisional menuju desain minimalis-modern atau scandinavian-industrial.
Paviliun Indonesia diikuti empat perusahaan, yaitu PT Polaris Inovasindo Jaya, PT Chakra Naga Furniture, PT Woodline Global Furniture, dan PT Woodie Homes Indonesia. Keempat perusahaan tersebut memamerkan furnitur dengan paduan desain kontemporer, keahlian craftsmanship, material premium, serta kekayaan warisan budaya Indonesia.
Sebelum pameran, ITPC Chennai mempertemukan PT Polaris Inovasindo Jaya dan PT Chakra Naga Furniture dengan calon buyer India, yaitu Kayu India dan Timberworld. Pascapameran, PT Polaris Inovasindo Jaya dipertemukan dengan buyer Karara Mujassme India untuk mematangkan potensi kerja sama.
Perwakilan PT Polaris Inovasindo Jaya Wahyu Setiawardani mengapresiasi fasilitasi Kemendag dan ITPC Chennai dalam INDEXPLUS 2026. Ia menilai keikutsertaan perdana PT Polaris Inovasindo Jaya pada INDEXPLUS 2026 memberikan hasil positif dengan terbukanya peluang kerja sama dan ekspor yang menjanjikan.
“Kami memperoleh banyak calon buyer potensial dan melihat peluang ekspor yang sangat baik. Kami berharap Pemerintah Indonesia dapat membantu memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi Bureau of Indian Standards (BIS),” kata Wahyu.
Kepala ITPC Chennai Amesta Yisca Putri menyampaikan komitmen perwakilan perdagangan RI di India untuk merealisasikan setiap peluang ekspor yang ada. Salah satu upayanya dilakukan melalui fasilitasi business matching secara langsung dengan pelaku usaha dan pembeli potensial di India.
“Kami aktif memfasilitasi business matching langsung dengan para pelaku usaha dan pembeli potensial di India. Dengan begitu, kami dapat memastikan potensi kerja sama terealisasi menjadi transaksi konkret,” kata Amesta.
Selain memiliki produk yang sesuai dengan preferensi pasar, pelaku usaha Indonesia perlu memperhatikan daya saing dan ketentuan perdagangan yang berlaku di India. Salah satunya melalui pemanfaatan skema ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) yang dapat memberikan keuntungan tarif bagi produk Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....