UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta hingga Juli 2026

  • 10 Sep 2026 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut transaksi program UMKM BISA Ekspor mencapai USD333 juta pada Januari-Juli 2026.
  • Kemendag menghubungkan pelaku UMKM dengan calon buyer melalui 46 perwakilan perdagangan di 33 negara.
  • Sekitar 70 persen peserta UMKM BISA Ekspor belum pernah melakukan ekspor sebelum mengikuti program tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut transaksi program UMKM BISA Ekspor mencapai USD333 juta pada Januari-Juli 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan nilai transaksi yang tercatat sebesar USD134,8 juta sepanjang 2025.

Budi menjelaskan, program UMKM BISA Ekspor menghubungkan pelaku usaha dengan calon pembeli di pasar luar negeri. Kemendag menghubungkan pelaku UMKM dengan calon buyer melalui jaringan perwakilan perdagangan di berbagai negara.

“Nah tahun lalu transaksinya itu mencapai USD134,8 juta. Nah sekarang, Januari-Juli itu sudah mencapai USD333 juta,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Menurut Budi, pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya secara daring kepada perwakilan perdagangan untuk kemudian dihubungkan dengan calon buyer.

“Kita itu ada 46 perwakilan Atase Perdagangan dan ITPC, Indonesia Trade Promotion Center, ya. Di 33 negara, jumlahnya 46 di 33 negara,” kata Budi.

Budi menerangkan, perwakilan perdagangan juga membantu mencarikan buyer bagi pelaku UMKM. Pendampingan juga mencakup dukungan penerjemahan ketika pelaku usaha berkomunikasi dengan buyer dari negara tujuan.

“Jadi kalau misalnya buyer-nya dari Taiwan, dari Jepang pakai bahasa mereka, ya Bapak/Ibu enggak usah khawatir. Karena nanti akan diterjemahkan oleh teman-teman kita yang mendampingi,” ucap Budi.

Program UMKM BISA Ekspor juga diikuti pelaku usaha yang belum memiliki pengalaman ekspor. Budi menyebut rata-rata 70 persen peserta program tersebut belum pernah melakukan ekspor.

“Dan semuanya yang ikut UMKM BISA Ekspor ini rata-rata 70% persen belum pernah ekspor. Jadi Bapak/Ibu enggak usah khawatir, kalau belum pernah ekspor itu bisa aja ekspor,” ujar Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....