Indeks Kepercayaan Industri Melambat ke 52,30, Industri Masih Ekspansif

  • 01 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 mencapai 52,30, menunjukkan bahwa aktivitas industri pengolahan nasional masih berada dalam fase ekspansi.
  • IKI Agustus 2026 mengalami perlambatan sebesar 0,80 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 53,10.
  • Industri nasional masih menunggu perubahan positif di pasar domestik dan ekspor menurut Juru Bicara Kementerian Perindustrian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 sebesar 52,30. Angka tersebut menunjukkan aktivitas industri pengolahan nasional masih berada dalam fase ekspansi.

Capaian IKI Agustus 2026 melambat 0,80 poin dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 53,10. Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief menyebut industri masih menunggu perubahan pasar domestik dan ekspor.

Menurut Febri, meski terdapat sedikit penurunan pada variabel permintaan, industri masih mempertahankan produksi. Pelaku industri melihat perekonomian Indonesia dan global akan membaik.

“Kami melihat fenomena industri masih menunggu perubahan yang terjadi pada pasar domestik maupun pasar ekspor (wait and see). Meski ada sedikit penurunan pada variabel permintaan, namun industri masih tetap memproduksi karena memandang perkenomian indonesia maupun global akan membaik,” ujar Febri dalam Rilis IKI Agustus 2026 di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026. Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan, meningkat dari 5,14 persen pada triwulan I 2026.

Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen. Industri pengolahan nonmigas menjadi sumber pertumbuhan terbesar bagi perekonomian nasional dengan kontribusi 0,97 poin persentase.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor berada dalam fase ekspansi. Subsektor tersebut memiliki kontribusi sebesar 98,6 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.

“Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Adapun subsektor yang mengalami kontraksi yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki,” kata Febri.

Dari komponen pembentuk IKI, indeks produksi menjadi variabel dengan capaian tertinggi pada Agustus 2026. Indeks tersebut mencapai 55,10 atau meningkat 0,55 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak Juni 2026.

Sementara itu, indeks pesanan berada pada level 53,13 meski turun 0,67 poin dari Juli 2026. Adapun indeks persediaan produk tercatat 46,02 atau berada dalam fase kontraksi.

Indeks persediaan produk turun 3,16 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut dan menempatkan indeks pada level terendah sejak Januari 2024.

Berdasarkan orientasi pasar, IKI berorientasi ekspor pada Agustus 2026 berada pada level 53,09. Angka tersebut melambat 0,86 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 53,95.

IKI berorientasi pasar domestik juga berada dalam fase ekspansi dengan level 51,13. Indeks tersebut turun 0,86 poin dari Juli 2026 yang mencapai 51,99.

“Perlambatan keduanya memperlihatkan bahwa pelaku industri menghadapi kondisi permintaan yang lebih selektif. Karena itu, keberlanjutan aktivitas manufaktur akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan industri menjaga pasar, efisiensi produksi, memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi,” ucap Febri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....