Purbaya Pastikan Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

  • 01 Sep 2026 17:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stabilitas ekonomi Indonesia menjaga kepercayaan investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
  • Aliran modal asing mencapai Rp140,6 triliun hingga 28 Agustus 2026, disertai kondisi pasar SBN yang kondusif.
  • Fundamental ekonomi tetap solid, ditandai pertumbuhan 5,45 persen, inflasi 3,19 persen, surplus perdagangan, dan cadangan devisa yang kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga terutama terkait kepercayaan investor global. Kondisi tersebut dinilai positif di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih tinggi.

"Kepercayaan investor tercermin dari terjaganya peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat BBB/stable, sedangkan Lianhe Ratings Global memberikan peringkat AAA/Stable," ujar Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Purbaya, stabilnya peringkat kredit tersebut ditopang oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I-2026 tercatat 5,45 persen, dengan inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan.

Ia juga menyebut neraca perdagangan Indonesia tetap mencatat surplus sebesar 3,7 miliar dolar AS pada Januari-Juli 2026. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia mencapai 145,3 miliar dolar AS dan rupiah menguat ke level Rp17.720 per dolar AS.

Purbaya menambahkan, aliran modal asing yang terus berjalan menunjukkan investor global masih percaya menanamkan modalnya di Indonesia. "Solidnya kinerja perekonomian domestik tersebut berhasil membuat terjaganya kepercayaan dunia," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, aliran modal masuk ke Indonesia hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp140,6 triliun. Pada saat yang sama, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara tenor acuan 10 tahun bergerak di kisaran tujuh persen.

Yield tersebut menurun dibandingkan posisi tertingginya pada 11 Juni 2026 yang mencapai 7,39 persen. Perkembangan tersebut dinilai mencerminkan kondisi pasar keuangan domestik yang tetap kondusif.

"Sentimen positif di pasar keuangan domestik terus berlanjut, tercermin dari apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, dan perkembangan yield SBN yang kondusif. Hal tersebut diperkuat oleh aliran modal masuk yang sampai dengan 28 Agustus 2026 mencapai Rp140,6 triliun," katanya.

Purbaya menilai kondisi pasar keuangan tersebut menjadi salah satu indikator terjaganya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi untuk mempertahankan momentum kepercayaan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....